Beranda » Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Tegaskan Indonesia Jauh dari Krisis 1998

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Tegaskan Indonesia Jauh dari Krisis 1998

JAKARTA, Selasarnusantara.com – Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat memicu kekhawatiran publik terhadap potensi krisis ekonomi seperti yang terjadi pada 1997-1998. Namun, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih jauh dari situasi krisis.

Dalam kunjungan kerja ke Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu, Menkeu menegaskan fundamental ekonomi nasional tetap kuat meski tekanan terhadap rupiah masih terjadi.

“Kita tidak sedang menuju keadaan seperti 1997-1998 lagi. Fiskal kita baik, ekonominya bagus. Hanya ada sentimen negatif yang sedikit mengganggu nilai tukar,” ujar Purbaya.

Rupiah Melemah, Tapi Fundamental Ekonomi Dinilai Tetap Kokoh
Pada perdagangan Kamis (4/6), rupiah untuk pertama kalinya menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Kondisi ini langsung memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan masyarakat terkait kemungkinan terulangnya krisis moneter yang pernah menghantam Indonesia lebih dari dua dekade lalu.

Meski demikian, pemerintah menilai pelemahan tersebut lebih dipengaruhi faktor sentimen pasar dan dinamika global dibandingkan masalah fundamental ekonomi domestik.

Pemerintah dan BI Siapkan Langkah Penguatan Rupiah
Untuk menstabilkan nilai tukar, pemerintah bersama Bank Indonesia akan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Langkah tersebut mencakup peningkatan daya tarik instrumen keuangan domestik guna menarik kembali aliran modal asing (capital inflow).

Selain itu, pengelolaan likuiditas perbankan dan pasar uang juga akan diperkuat melalui penempatan dana pemerintah di Bank Indonesia serta peningkatan remunerasi yang diberikan kepada pemerintah.

Menurut Menkeu, sinergi ini diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap rupiah sekaligus menekan biaya produksi bagi industri yang masih bergantung pada bahan baku impor.
“Kita akan pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” katanya.
Pemerintah Optimistis Ekonomi Tetap Tumbuh
Purbaya menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih sehat dan arah pembangunan nasional tetap berjalan sesuai rencana pemerintah.

“Yang saya bisa katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonominya bagus, dan kepemimpinan Presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai strategi pembangunan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *