PEKALONGAN, Selasarnusantara.com – Suasana haru mewarnai proses penahanan Abdul Khalim Fadlun (AKF), pimpinan sebuah pondok pesantren di Pekalongan yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwati.
Penahanan dilakukan di Mapolres Pekalongan Kota pada Kamis (tanggal menyesuaikan). Momen tersebut menarik perhatian publik setelah sejumlah santri dan pendukung AKF terlihat mengantar hingga ke lokasi kendaraan tahanan.
Dalam video yang beredar di media sosial, beberapa santri tampak menangis dan berusaha mendekati AKF sebelum dibawa petugas. Aparat kepolisian terlihat melakukan pengawalan ketat selama proses penahanan berlangsung.
Reaksi emosional para santri kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai hal tersebut menunjukkan kedekatan antara tersangka dan lingkungan pesantren yang dipimpinnya, sementara yang lain menekankan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Kasus dugaan pencabulan yang menjerat AKF sendiri masih dalam tahap penyidikan. Aparat penegak hukum terus mengumpulkan keterangan dan alat bukti terkait laporan yang melibatkan sejumlah korban.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga proses peradilan selesai.
