GRESIK, Selasarnusantara.com – Keberhasilan pelaksanaan Suran Agung dan Pengesahan Warga Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Gresik Pusat Madiun pada Selasa malam, 16 Juni 2026, menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, pengurus PSHT, serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Gresik.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya insiden menonjol. Kondisi tersebut menunjukkan komitmen bersama seluruh elemen dalam menjaga suasana damai selama momentum bulan Suro yang setiap tahunnya menjadi perhatian khusus dari berbagai pihak.
Polres Gresik bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait melakukan pengamanan secara maksimal sejak sore hingga menjelang tengah malam. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terkendali meskipun kegiatan berlangsung bersamaan dengan sejumlah agenda pengesahan warga PSHT di wilayah penyangga lainnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, ratusan personel gabungan diterjunkan. Mereka terdiri dari anggota Polres Gresik, Sat Brimob Polda Jawa Timur, Ditsamapta Polda Jawa Timur, Kodim 0817/Gresik, Denpom V/42, Subkogartab, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution turut melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik pengamanan, termasuk Terminal Bunder. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel sekaligus memberikan motivasi kepada anggota yang bertugas di lapangan.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan pentingnya menjaga stamina, meningkatkan kewaspadaan, serta mengedepankan langkah-langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama berlangsungnya kegiatan.
Tidak hanya memastikan kesiapan pengamanan, Kapolres bersama jajaran Pejabat Utama Polres Gresik juga meninjau langsung lokasi pengesahan warga baru PSHT di Padepokan Asempandan, Desa Kambingan, Kecamatan Cerme.
Pada kesempatan tersebut, AKBP Ramadhan Nasution mengajak para sesepuh, pengurus, dan warga baru PSHT untuk terus menanamkan nilai-nilai persaudaraan, kedamaian, serta menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat.
“Semoga para warga yang baru disahkan menjadi pendekar yang berjiwa ksatria, menjunjung tinggi persaudaraan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga keamanan selama pelaksanaan Suran Agung dan Pengesahan Warga Baru PSHT di Kabupaten Gresik.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Suran Agung dan Pengesahan Warga Baru PSHT di Kabupaten Gresik berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh personel pengamanan, TNI, pemerintah daerah, stakeholder terkait, para sesepuh dan warga PSHT, serta seluruh masyarakat Kabupaten Gresik yang telah menunjukkan kedewasaan dan kesadaran dalam menjaga keamanan bersama,” ungkap Kapolres.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan tersebut merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kesucian bulan Suro dengan penuh kedamaian dan rasa persaudaraan.
“Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Sinergi yang terjalin dengan baik antara petugas, organisasi pencak silat, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya situasi yang aman dan kondusif. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga demi mewujudkan Kabupaten Gresik yang damai, aman, dan harmonis,” pungkas AKBP Ramadhan Nasution.
Keberhasilan pengamanan Suran Agung dan Pengesahan Warga Baru PSHT tahun 2026 ini sekaligus menjadi gambaran bahwa kolaborasi yang kuat antara aparat, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat mampu menciptakan suasana yang aman, damai, serta menjaga marwah tradisi bulan Suro di Kabupaten Gresik.
