Beranda » Balita Terkunci di Kamar Kos Selama Dua Jam, Damkarmat Gresik Lakukan Evakuasi

Balita Terkunci di Kamar Kos Selama Dua Jam, Damkarmat Gresik Lakukan Evakuasi

Petugas Damkarmat Gresik melakukan evakuasi balita yang terkunci di dalam kamar kos di Jalan Kramat Inggil, Gresik.

GRESIK, Selasarnusantara.com – Kepanikan menyelimuti seorang ibu muda di Kabupaten Gresik setelah anak semata wayangnya yang masih berusia dua tahun terkunci di dalam kamar tidur rumah kos selama hampir dua jam. Beruntung, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik berhasil mengevakuasi balita tersebut dalam keadaan selamat.

Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah kos di Jalan Kramat Inggil, Kelurahan Kramat Inggil, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Kamis (4/6/2026).

Balita bernama Fathan diketahui berada seorang diri di dalam kamar yang terkunci dari dalam. Selama terjebak di dalam kamar, bocah berusia dua tahun itu terus menangis hingga membuat sang ibu, Ny. Fanny, panik dan berupaya mencari bantuan.

Setelah berbagai upaya dilakukan namun belum berhasil membuka pintu kamar, Ny. Fanny akhirnya menghubungi Dinas Damkarmat Gresik untuk meminta bantuan evakuasi.

Kepala Dinas Damkarmat Gresik, Suyono, mengatakan pihaknya menerima laporan dari orang tua korban sekitar pukul 12.14 WIB.

“Kami menerima laporan adanya seorang anak yang terkunci di dalam kamar tidur. Saat laporan masuk, anak tersebut sudah berada di dalam kamar selama kurang lebih dua jam,” ujar Suyono, Kamis (4/6/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Damkarmat Gresik segera menerjunkan tujuh personel rescue menuju lokasi kejadian. Tim tiba di rumah kos sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung melakukan penanganan.

Setibanya di lokasi yang berada di lantai dua bangunan kos, petugas masih mendengar suara tangisan Fathan dari dalam kamar. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi harus segera dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Petugas kemudian melakukan pembukaan paksa pintu kamar menggunakan peralatan rescue berupa linggis. Proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit hingga akhirnya pintu berhasil dibuka.

Setelah pintu terbuka, Fathan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan langsung diserahkan kepada ibunya yang telah menunggu dengan cemas di luar kamar.

Rasa lega pun terlihat dari wajah Ny. Fanny setelah anaknya berhasil dikeluarkan dari dalam kamar. Sambil menggendong putranya yang masih menangis, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada petugas Damkarmat Gresik yang bergerak cepat membantu proses penyelamatan.

“Terima kasih Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Gresik,” ucapnya.

Sementara itu, Suyono menjelaskan bahwa kejadian tersebut menambah daftar operasi penyelamatan yang dilakukan Damkarmat Gresik sepanjang Juni 2026. Hingga awal Juni ini, petugas telah menangani sebanyak 17 kejadian penyelamatan dengan berbagai jenis laporan dari masyarakat.

Menurutnya, selain penanganan kebakaran, petugas Damkarmat juga rutin menerima laporan penyelamatan non-kebakaran, mulai dari evakuasi hewan, bantuan pembukaan akses terkunci, hingga penyelamatan warga dalam kondisi darurat.

“Selama Juni 2026 kami sudah menangani 17 kejadian penyelamatan. Jika dirata-rata, setiap hari petugas menangani sekitar empat kejadian yang membutuhkan tindakan rescue,” jelasnya.

Dinas Damkarmat Gresik mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di dalam rumah atau tempat tinggal, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Berkat respons cepat petugas dan laporan yang segera disampaikan keluarga, proses evakuasi balita yang terkunci di kamar kos tersebut dapat berjalan lancar dan berakhir dengan selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *