SURABAYA, Selasarnusantara.com – Tangis dan kepanikan menyelimuti kawasan Jalan Petemon Timur, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Senin (22/6/2026), setelah kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai dan menewaskan seorang bocah perempuan berusia lima tahun.
Korban diketahui bernama Kyaranissa (5), putri dari pemilik rumah Resky Wahyu Susetyo (36). Saat kebakaran terjadi, korban berada di dalam rumah bersama kakak kandungnya, Aldery (15).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini, mengatakan kebakaran menghanguskan seluruh area lantai dua bangunan dengan luas sekitar 5 x 10 meter.
“Korban meninggal dunia bernama Kyaranissa, perempuan usia lima tahun. Sementara kakaknya, Aldery, berhasil menyelamatkan diri,” ujar Laksita.
Dalam situasi mencekam, Aldery berupaya menyelamatkan diri dengan memecahkan kaca jendela sebelum melompat keluar dari bangunan yang mulai dipenuhi asap dan kobaran api.
Akibat aksi penyelamatan tersebut, remaja berusia 15 tahun itu mengalami luka lecet dan syok. Petugas medis yang berada di lokasi langsung memberikan penanganan.
Menurut Laksita, kedua anak tersebut saat kejadian berada dalam pengasuhan ayah dan neneknya. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Peristiwa kebakaran pertama kali dilaporkan melalui layanan Command Center 112 pada pukul 14.17 WIB. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi lima menit kemudian atau sekitar pukul 14.22 WIB.
Api yang membakar lantai dua rumah berhasil dikendalikan pada pukul 14.35 WIB. Namun proses pembasahan terus dilakukan guna memastikan tidak ada titik api tersisa hingga situasi dinyatakan aman dan kondusif pada pukul 16.15 WIB.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala lantaran akses menuju lokasi kebakaran berada di gang sempit dengan lebar sekitar 1,5 meter. Selain itu, armada pemadam harus berhenti sekitar 50 meter dari titik kebakaran sehingga selang dan peralatan harus dibawa secara manual oleh petugas.
Sebanyak 11 unit armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani insiden tersebut. DPKP Surabaya juga mengerahkan lima unit rescue untuk membantu proses evakuasi dan penyelamatan.
Penanganan kebakaran turut melibatkan BPBD Kota Surabaya, kepolisian, Puskesmas Sawahan, Satpol PP, serta Posko Terpadu Utara Kasuari.
Peristiwa tragis ini menjadi perhatian warga sekitar sekaligus pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.
