GRESIK,Selasarnusantara.com – Pemerintah Kabupaten Gresik mulai meningkatkan kualitas Jalan Poros Desa (JPD) Klampok-Munggugebang di Kecamatan Benjeng melalui pembangunan konstruksi beton. Ruas jalan sepanjang sekitar 1,7 kilometer tersebut akan ditangani secara bertahap hingga tahun berikutnya.
Pada tahap awal 2026, Pemkab Gresik melakukan betonisasi sepanjang 205 meter dengan lebar lima meter. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk melanjutkan pembangunan ruas tersebut.
Peningkatan jalan ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur yang difokuskan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama di kawasan selatan Kabupaten Gresik.
Jalan Paving Mulai Mengalami Penurunan Kondisi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik, Dhiannita Tri Astuti, mengatakan JPD Klampok-Munggugebang sebelumnya menggunakan konstruksi paving block.
Seiring waktu, kondisi jalan mengalami penurunan sehingga diperlukan peningkatan kualitas konstruksi menjadi beton.
“Tahun ini kami melakukan penanganan dengan konstruksi beton sepanjang kurang lebih 205 meter dan lebar lima meter,” ujar Dhiannita.
Penanganan belum mencakup seluruh ruas jalan. Karena itu, pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun berikutnya.
Pemkab Gresik telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk mendukung kelanjutan pembangunan JPD Klampok-Munggugebang.
Benjeng dan Balongpanggang Jadi Perhatian
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah sejak 2025.
Program tersebut dijalankan melalui APBD Perubahan 2025, APBD 2026 dan direncanakan terus berlanjut hingga 2027.
“Sejak 2025 kita memang fokus mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Benjeng dan Balongpanggang menjadi salah satu prioritas untuk pembangunan JPD,” ujar Bupati Yani saat meresmikan pembangunan ruas Klampok-Munggugebang, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh dilakukan secara terpisah-pisah.
Setiap ruas jalan harus menjadi bagian dari jaringan yang saling terhubung, mulai jalan kabupaten, JPD, jalan desa hingga jalur alternatif antarkecamatan.
“Jangan sampai jalan dibangun sendiri-sendiri. Harus terkoneksi antara jalan kabupaten, JPD, jalan desa, termasuk jalan alternatif yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya,” katanya.
Pemkab Tangani 4,5 Kilometer JPD pada 2026
Selain ruas Klampok-Munggugebang, Pemkab Gresik juga melakukan pembangunan dan peningkatan JPD di sejumlah wilayah lainnya.
Total penanganan JPD melalui APBD 2026 mencapai sekitar 4,5 kilometer.
Program tersebut tersebar di Kecamatan Duduksampeyan, Manyar, Menganti, Cerme, Benjeng, Kedamean, Wringinanom, Dukun, Balongpanggang, Bungah, Driyorejo, Ujungpangkah, Panceng hingga Sangkapura.
Pembangunan jalan diarahkan untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi.
Selain itu, infrastruktur jalan juga diharapkan memperkuat sektor pertanian, ketahanan pangan, akses pendidikan dan pelayanan dasar.
Jalan Bukan Sekadar Infrastruktur
Bupati Yani menegaskan pembangunan jalan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Infrastruktur yang baik akan memperlancar pergerakan orang dan barang serta membuka akses terhadap berbagai layanan.
“Jalan ini bukan sekadar beton dan aspal. Ada mobilitas masyarakat, ada ekonomi, pertanian, anak-anak yang bersekolah, dan akses pelayanan dasar yang ikut bergerak ketika jalannya baik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat Desa Klampok yang mendukung proses pembangunan meskipun aktivitas warga sempat terganggu selama pekerjaan berlangsung.
Setelah pembangunan selesai, masyarakat diminta ikut menjaga infrastruktur agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Pemkab Gresik berharap peningkatan JPD Klampok-Munggugebang dapat memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah Benjeng sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas antardesa.
