GRESIK,Selasarnusantara.com – UPT SDN 4 Petrokimia Gresik meluncurkan program Green Sustainability School untuk membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan. Program ini mengajak siswa mengelola sampah sejak dari sumber melalui kegiatan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan kembali.
Sekolah menjalankan program tersebut bersama PT Petrokimia Gresik. Peluncuran berlangsung dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui program ini, siswa tidak hanya mempelajari pengelolaan lingkungan di kelas. Mereka juga melakukan praktik langsung di lingkungan sekolah.
Green Sustainability School Libatkan Siswa dan Wali Murid
Kepala UPT SDN 4 Petrokimia Gresik, Suci Handarini, mengatakan program Green Sustainability School juga mendukung pembentukan karakter siswa.
Menurutnya, sekolah ingin membangun kebiasaan peduli lingkungan melalui kegiatan yang dapat siswa lakukan secara langsung.
“Hari ini sekolah kami akan meluncurkan program baru kembali yang berhubungan dengan pembinaan karakter siswa, yaitu Green Sustainability School,” ujar Suci Handarini.
Program tersebut melibatkan seluruh siswa dan tenaga pendidik. Sekolah juga mengajak sekitar 100 wali murid untuk ikut mendukung kegiatan lingkungan.
Para peserta akan mempraktikkan sejumlah kegiatan. Kegiatannya meliputi pemilahan sampah, composting, upcycling, dan recycling.
Rumah Kompos Terpadu Olah Sampah Organik
UPT SDN 4 Petrokimia Gresik juga menghadirkan Rumah Kompos Terpadu sebagai fasilitas pengolahan sampah organik.
Fasilitas tersebut memiliki dua mesin pencacah dan delapan drum komposter. Sekolah menggunakan fasilitas itu untuk mengolah sampah daun kering dari lingkungan sekolah.
Proses pengolahan juga memanfaatkan bahan dekomposer Petro Gladiator. Hasilnya berupa pupuk kompos yang dapat sekolah gunakan untuk kebutuhan lingkungan.
Sekolah juga dapat memanfaatkan hasil kompos untuk kebutuhan masyarakat. Dengan cara ini, sampah organik tidak langsung masuk ke tempat pembuangan akhir.
DLH Gresik Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, mengapresiasi langkah UPT SDN 4 Petrokimia Gresik. Ia menilai sekolah memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah sejak dini.
Menurut Sri, masyarakat perlu mengelola sampah sejak dari sumber. Langkah tersebut dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Kami dari Dinas Lingkungan Hidup sangat mengapresiasi pemerintah, terutama Pak Bupati menginginkan pengolahan sampah ini dari hulunya,” kata Sri.
Ia menambahkan, jumlah sampah terus bertambah. Karena itu, pengelolaan dari hulu perlu berjalan secara konsisten.
Sekolah dapat menjadi tempat yang tepat untuk mengenalkan kebiasaan tersebut. Siswa dapat belajar memilah dan mengolah sampah melalui kegiatan sehari-hari.
Dinas Pendidikan Minta Sampah Jadi Produk
Kepala Dinas Pendidikan Gresik, S. Hariyanto, juga mendukung program tersebut. Ia mendorong sekolah menyelesaikan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Menurut Hariyanto, sekolah tidak cukup hanya memindahkan sampah ke lokasi lain. Pengelola sekolah perlu mengolah sampah agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
“Bagaimana kemudian sampah ini selesai di sekolah, dikelola sedemikian mungkin yang kemudian menjadi sebuah produk,” ungkap S. Hariyanto.
Konsep tersebut dapat membantu siswa memahami nilai guna sampah. Mereka juga dapat melihat bahwa sebagian sampah masih memiliki manfaat setelah melalui proses pengolahan.
Petrokimia Gresik Dorong Praktik Langsung
Senior Vice President (SVP) Umum PT Petrokimia Gresik, Sefin Martadjaja, menilai pendidikan lingkungan perlu mengutamakan praktik. Menurutnya, siswa perlu mengalami langsung proses menjaga lingkungan.
Ia mengatakan pembelajaran lingkungan tidak cukup hanya melalui buku dan diskusi di dalam kelas.
“Kesadaran untuk menjaga bumi harus dibentuk melalui pembiasaan dan praktik langsung sejak usia sekolah,” ujar Sefin.
Menurutnya, kebiasaan yang siswa bangun sejak dini dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan lingkungan pada masa depan.
Sekolah Siapkan Panel Surya
UPT SDN 4 Petrokimia Gresik juga menyiapkan pengembangan fasilitas pendukung program Green Sustainability School. Sekolah akan menyediakan tempat sampah terpilah untuk memperkuat kebiasaan pemilahan dari sumber.
Selain itu, sekolah memiliki rencana menggunakan panel surya sebagai sumber energi listrik terbarukan. Fasilitas tersebut akan melengkapi konsep sekolah berkelanjutan.
Pengembangan program tidak hanya berfokus pada fasilitas. Sekolah juga ingin membangun kebiasaan peduli lingkungan di kalangan siswa, guru, tenaga pendidik, dan wali murid.
Melalui Green Sustainability School, UPT SDN 4 Petrokimia Gresik mendorong pengelolaan sampah sejak dari hulu.
Program ini juga mengajarkan siswa untuk mengurangi sampah, mengolahnya, dan memanfaatkan kembali hasil pengolahan dalam kehidupan sehari-hari.
