Beranda » Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Majelis Taklim Alya Gresik, Habib Abdullah Rifqy

Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Majelis Taklim Alya Gresik, Habib Abdullah Rifqy

GRESIK, Selasarnusantara.com– Ribuan jemaah menghadiri Tabligh Akbar ke-2 Majelis Taklim Alya Gresik untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Baitul Ishlah, Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Kecamatan Kebomas, Jumat (9/10/2026) malam, diisi tausiah tentang keteladanan Rasulullah, pendidikan anak, dan tantangan penggunaan teknologi digital.

Acara tersebut dihadiri para habib, kiai, ulama, pejabat daerah, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kebomas. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Maulid Diba’, dan lantunan selawat yang diikuti para jemaah dengan khusyuk.

Tanamkan Kecintaan kepada Rasulullah

Ketua Majelis Taklim Alya Gresik sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ilmi Wassuluk, KH Abdul Rouf Sirojuddin, mengajak jemaah menumbuhkan rasa mahabbah atau kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, dan sesama manusia.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga orang yang memiliki rasa mahabbah akan berkumpul dengan orang yang dicintai,” tutur KH Abdul Rouf.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah perlu diwujudkan melalui perilaku dan keteladanan, bukan sebatas peringatan seremonial.

Orang Tua Diminta Awasi Penggunaan Gawai Anak

Penceramah utama, Habib Abdullah Rifky bin Hasan Alaydrus dari Kuningan, mengajak jemaah mengenang perjuangan Rasulullah SAW dalam menjaga keselamatan dan membimbing umatnya.

Dalam tausiah tersebut, ia juga menyoroti tantangan orang tua dalam mendidik anak di tengah perkembangan teknologi digital dan media sosial.

Habib Abdullah Rifqy mengingatkan kebiasaan memberikan telepon genggam kepada anak tanpa pengawasan, termasuk saat makan. Menurutnya, kebiasaan tersebut berisiko mengurangi interaksi dalam keluarga dan memengaruhi perilaku anak.

Ia menekankan bahwa penggunaan teknologi perlu disertai pendampingan orang tua agar anak tidak kehilangan kesempatan membangun komunikasi dan kedekatan dengan keluarga.

Waspada Informasi di Era Kecerdasan Buatan

Selain penggunaan gawai oleh anak, Habib Abdullah Rifqy mengingatkan jemaah agar lebih cermat menyikapi informasi yang beredar di media sosial, terutama seiring berkembangnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, tetapi juga berpotensi disalahgunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan dan memicu fitnah.

“Zaman AI harus cerdas bermedsos karena banyak fitnah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan agama sejak dini. Orang tua diharapkan membiasakan anak menjalankan ibadah salat dan menghormati orang tua sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Doa untuk Kedua Orang Tua Mengharukan Jemaah

Suasana tabligh akbar semakin khidmat ketika Habib Abdullah Rifqy mengajak seluruh jemaah berdoa untuk kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

Sejumlah jemaah tampak terharu saat memanjatkan doa memohon ampunan dan rahmat bagi orang tua mereka.

“Semoga orang tua kita dihapus dosa-dosanya. Amin,” ucapnya menutup tausiah.

Peringatan Maulid Nabi melalui kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi umat Islam, tetapi juga momentum untuk memperkuat keteladanan Rasulullah, meningkatkan perhatian terhadap pendidikan anak, serta membangun kebijaksanaan dalam menggunakan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *