MALANG, Selasarnusantara.com – Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang turun langsung membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bukit Lincing, lereng Gunung Arjuno, Selasa (20/10/2026).
Pengerahan personel ini merupakan bentuk kepedulian GP Ansor terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya membantu tim gabungan menangani kebakaran di kawasan pegunungan.
Medan yang curam dan sulit dijangkau kendaraan pemadam menjadi tantangan dalam proses penanganan. Karena itu, petugas dan relawan mengandalkan tenaga manual untuk mengendalikan perambatan api.
Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup PC GP Ansor Kabupaten Malang, Solichin, mengatakan pengerahan anggota Banser merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menghadapi bencana.
“Ini bukan lagi sekadar urusan pemerintah atau Perhutani, ini adalah tanggung jawab kita bersama. Hutan adalah paru-paru dunia dan warisan untuk anak cucu kita,” ujarnya.
Kebakaran Hebat Landa Gudang PT Wings Surya di Driyorejo, Simpan 2.000 Ton Bahan Baku Deterjen Sabtu, 05 Sep 2026 13:26 WIB
Ia menjelaskan, anggota Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser dari sejumlah kecamatan terdekat dikerahkan setelah menerima instruksi untuk membantu penanganan kebakaran.
Banser Buat Sekat Bakar untuk Menghambat Api
Di lokasi kejadian, anggota Banser membawa peralatan manual, seperti gepyok, cangkul, dan parang. Mereka bekerja bersama tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Perhutani, serta relawan masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuat sekat bakar untuk menghambat perambatan api. Petugas membersihkan semak belukar kering di jalur tertentu agar api tidak mudah menjalar ke area vegetasi lainnya.
Faudin, anggota Satuan Khusus Banser Bagana yang berada di lokasi, menjelaskan bahwa pembuatan sekat bakar menjadi salah satu fokus penanganan.
“Fokus teman-teman di atas adalah membuat sekat bakar. Area semak belukar yang kering kita bersihkan dengan radius tertentu agar api terputus dan mati sebelum merambat ke tajuk pohon yang lebih besar,” jelasnya.
Selain membuat sekat bakar, tim juga melakukan pendinginan pada sisa bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Penyisiran dilakukan untuk mencari titik panas yang masih tersembunyi di bawah lapisan humus dan material organik kering.
Warga dan Pendaki Diminta Waspada
Keterlibatan Banser diharapkan membantu memperkuat upaya penanganan karhutla, terutama ketika kondisi medan menyulitkan mobilisasi peralatan pemadam.
GP Ansor Kabupaten Malang juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan hutan. Pendaki dan pesanggem diminta menghindari kegiatan yang berpotensi memicu percikan api.
Hingga berita ini disusun, tim gabungan bersama relawan Banser masih bersiaga dan menyisir kawasan sekitar Bukit Lincing untuk memantau kondisi serta mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Upaya tersebut dilakukan untuk membantu memastikan kawasan terdampak aman dan mencegah kebakaran meluas ke area hutan lainnya.


