Sampang, Selasarnusantara.com | 3 Agustus 2026 – Menu MBG Yayasan Generasi Emas di Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan.
Sejumlah penerima manfaat mengeluhkan kualitas makanan karena menu diduga sudah basi dan disertai buah yang busuk. Salah seorang penerima manfaat berinisial AS mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pengelola dapur. Menurutnya, makanan yang diterima tidak selalu dalam kondisi layak konsumsi.
“Menu yang kami dapatkan itu basi dan tidak layak dimakan,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Penerima Keluhkan Buah Busuk
Selain makanan yang diduga basi, AS mengaku sering menerima buah dalam kondisi kurang baik. Ia mengatakan jenis buah yang dibagikan juga cenderung sama sehingga membuat penerima manfaat, terutama balita, merasa bosan.
Namun, setelah menerima keluhan,pihak dapur langsung mengganti buah busuk dengan jeruk.
“Baru setelah kami komplain diganti buah jeruk,” katanya.
AS berharap pengelola meningkatkan kualitas bahan makanan dan menyusun menu yang lebih bervariasi.
Menurutnya, makanan untuk balita harus memenuhi standar gizi sekaligus layak dikonsumsi.
“Kalau tidak ingin ditutup, menunya harus diperbaiki dan disesuaikan dengan porsi balita yang bisa dikonsumsi,” tegasnya.
SPPG Sebut Keluhan Langsung Ditindaklanjuti
Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Generasi Emas, Umar Syaid, memastikan pihaknya segera menindaklanjuti setiap laporan dari penerima manfaat.
Ia menjelaskan bahwa petugas telah mengganti buah busuk dengan buah yang baru.
“Sudah saya tanggapi kemarin dan sudah dieksekusi di lapangan. Buah yang busuk sudah diganti dengan yang baru,” ujarnya.
Menurut Umar, seluruh masukan penerima manfaat menjadi bahan evaluasi agar pihak dapur meningkatkan pelayanan program makan bergizi gratis.
“Pihak dapur sudah menyelesaikan keluhan itu dengan mengganti buah busuk menggunakan buah yang bagus,” tandasnya.
Sebelumnya Sempat Disorot Soal Susu
Sebelumnya, Menu MBG Yayasan Generasi Emas juga sempat menjadi perhatian publik. Saat itu, penerima manfaat mengeluhkan susu berperisa yang diduga tidak sesuai petunjuk teknis.
Hingga kini, pengelola terus mengevaluasi kualitas makanan dan pelayanan agar memenuhi standar yang berlaku.
