Pasuruan, Selasarnusantara.com | 3 Agustus 2026 – Dana Desa Dipangkas 63 Persen menjadi tantangan bagi Pemerintah Desa Randupitu, Kabupaten Pasuruan. Meski demikian, pemerintah desa tetap menetapkan lima program prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang digelar di Balai Desa Randupitu, Senin (3/8/2026).
Pemdes Randupitu menyusun program tersebut sebagai arah pembangunan desa sekaligus strategi menghadapi keterbatasan anggaran.
Fokus pada Lima Program Prioritas
Pemerintah Desa Randupitu menetapkan lima program utama. Program tersebut meliputi relokasi kantor desa, pengembangan wisata Kedungprenteng, penguatan Batik Sekarandu, inovasi pengelolaan sampah, ketahanan pangan, serta percepatan digitalisasi desa.
Selain itu, Kepala Desa Randupitu Mochammad Fuad menjelaskan seluruh program dirancang untuk meningkatkan pelayanan publik dan memperkuat perekonomian masyarakat.
“Inovasi bidang pengelolaan sampah dan ketahanan pangan kami kembangkan agar memberikan nilai ekonomi bagi warga,” ujar Fuad.
Selanjutnya, Pemdes Randupitu juga merencanakan pembangunan pusat layanan masyarakat terpadu. Kawasan tersebut akan menggabungkan layanan administrasi, pendidikan, olahraga, dan pusat pengembangan UMKM desa.
“Konsep ini memudahkan warga mengakses layanan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi desa,” tambahnya.
Ketua DPRD Soroti Pemangkasan Dana Desa
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat mengingatkan pemerintah desa agar tetap optimistis meski Dana Desa Dipangkas 63 Persen.
Menurutnya, sebagian besar anggaran desa kini dialokasikan untuk mendukung Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Dana Desa dipotong sekitar 63 persen untuk KDMP dan kebijakan ini berjalan selama enam tahun,” jelas Samsul.
Meski demikian, ia meminta seluruh pemerintah desa tetap mengajukan usulan pembangunan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
“Apa pun usulan yang diperjuangkan harus diunggah ke SIPD sesuai kewenangan desa atau kabupaten,” tegasnya.
DPRD Dorong Kolaborasi Pembangunan Desa
Di sisi lain, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Nik Sugiharti mengapresiasi kinerja Pemerintah Desa Randupitu yang tetap produktif di tengah keterbatasan fiskal.
Ia menilai pemerintah desa berhasil menjaga pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengembangkan sektor UMKM.
“Meskipun kondisi fiskal terbatas, pemerintahan desa berjalan baik dan UMKM terus berkembang pesat,” katanya.
Selain itu, Nik mengajak seluruh pemerintah desa membangun komunikasi yang baik dengan DPRD. Menurutnya, sinergi tersebut penting agar setiap usulan pembangunan dapat dikawal hingga terealisasi.
“Buka ruang komunikasi dengan semua anggota dewan demi mengawal usulan pembangunan desa,” pungkasnya.
Reporter: Tyas
