SIDOARJO, Selasarnusantara.com – Penyelidikan kasus tewasnya seorang wanita yang ditemukan di dalam mobil di area parkir Terminal Bandara Juanda memasuki babak baru. Polisi mengungkap adanya dugaan tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal.
Kasi Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono, mengatakan hasil visum sementara menemukan luka robek pada telinga kiri korban. Luka tersebut diduga disebabkan benturan atau kekerasan menggunakan benda tumpul.
“Hasil visum sementara menjelaskan adanya luka robek pada telinga sebelah kiri korban. Luka tersebut diindikasikan akibat benturan atau kekerasan benda tumpul,” ujar Tri Novi, Jumat (26/6/2026).
Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan apakah luka tersebut menjadi penyebab kematian korban. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, sejumlah sampel dari tubuh korban maupun lokasi penemuan kendaraan telah diamankan dan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis secara ilmiah.
Selain mengandalkan hasil forensik, penyidik juga terus mengumpulkan alat bukti dan menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia di dalam mobil yang terparkir di kawasan Bandara Juanda.
Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi juga masih berlangsung. Polisi telah meminta keterangan dari pihak keluarga, kerabat korban, hingga petugas keamanan bandara yang pertama kali mengetahui keberadaan kendaraan tersebut.
Menurut Tri Novi, seluruh rangkaian penyelidikan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Kami terus melakukan pendalaman terhadap seluruh alat bukti dan keterangan saksi. Kami berharap hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik dapat segera keluar sehingga penyebab pasti kematian korban dapat diketahui,” katanya.
Hingga kini, polisi belum menetapkan adanya dugaan tindak pidana maupun pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban. Seluruh kemungkinan masih didalami sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik sebagai dasar penentuan langkah penyidikan selanjutnya.
