GRESIK, Selasarnusantara.com – Polres Gresik mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan di tengah meningkatnya arus informasi serta potensi polarisasi di ruang digital.
Pesan tersebut disampaikan dalam dialog bertema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika: Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” yang berlangsung di Gedung Rupatama Sarja Arya Racana (SAR) Polres Gresik, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pelajar, mahasiswa hingga pengemudi ojek daring.
Kapolres Gresik Ingatkan Bahaya Provokasi
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Gresik.
Ia mengingatkan warga agar tidak mudah percaya maupun terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.
“Kami berharap kedamaian ini terus terjaga, dan tidak ada pihak yang mengganggu ketenteraman di Gresik,” ujar Ramadhan.
Menurutnya, kondisi keamanan yang kondusif harus dipertahankan melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Dialog tersebut juga dimanfaatkan untuk membuka ruang diskusi mengenai penerapan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat.
Warga Diminta Cerdas Bermedia Sosial
Mewakili Kesbangpol Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan mengajak masyarakat meningkatkan kemampuan dalam memilah informasi digital.
Menurutnya, masyarakat perlu melakukan pemeriksaan sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi yang diterima.
Arus informasi yang begitu cepat dapat menjadi persoalan apabila tidak diimbangi kemampuan literasi digital.
Informasi yang tidak benar atau tidak terverifikasi berpotensi memperbesar perbedaan dan memicu konflik.
Karena itu, masyarakat perlu mengembangkan sikap kritis sekaligus menghormati perbedaan pendapat.
Pancasila Jadi Landasan Persatuan
Ketua MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofig Thoyyib, turut menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dengan berpegang pada Pancasila dan UUD 1945.
Menurutnya, perbedaan pilihan, pandangan, agama, maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan.
Masyarakat juga diajak memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjaga kerukunan antarumat beragama.
Nilai persatuan tersebut semakin penting diterapkan ketika sebagian besar interaksi masyarakat kini berlangsung melalui ruang digital.
Bhinneka Tunggal Ika Harus Diterapkan
Dialog di Polres Gresik menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa menjaga persatuan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, organisasi masyarakat, generasi muda hingga masyarakat umum memiliki peran dalam menjaga kerukunan.
Di tengah potensi polarisasi digital, masyarakat diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta tetap menghormati perbedaan.
Bhinneka Tunggal Ika pada akhirnya bukan hanya semboyan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
