GRESIK,Selasarnusantara.com – Di tengah padatnya lautan jamaah yang memadati rangkaian Haul Akbar ke-71 Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf di Gresik, sebuah kisah haru dan kemanusiaan berhasil menyita perhatian para peserta.
Seorang lansia berusia 90 tahun bernama Ngarto, warga Desa Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, sempat terpisah dari rombongannya saat menghadiri acara yang dihadiri ratusan ribu jamaah tersebut.
Dalam kondisi kebingungan dan kesulitan mencari arah pulang, Ngarto terlihat sendirian di tengah kerumunan yang terus bergerak memenuhi kawasan sekitar lokasi haul. Situasi tersebut sempat membuat keluarga dan rombongannya khawatir karena tidak mengetahui keberadaannya.
Beruntung, sejumlah relawan dan petugas yang bertugas di lokasi segera memberikan bantuan setelah mengetahui kondisi lansia tersebut. Dengan koordinasi yang cepat, identitas Ngarto berhasil diketahui dan informasi mengenai keberadaannya segera disebarluaskan.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Ngarto berhasil dipertemukan kembali dengan keluarganya dalam keadaan selamat. Momen pertemuan tersebut berlangsung penuh haru dan disambut rasa syukur oleh keluarga maupun para relawan yang turut membantu proses pencarian.
Peristiwa ini menjadi salah satu kisah kemanusiaan yang mewarnai pelaksanaan Haul Akbar Habib Abu Bakar Assegaf tahun ini. Di tengah besarnya jumlah jamaah yang hadir, solidaritas, kepedulian, dan kerja sama antarpetugas serta masyarakat terbukti mampu membantu mereka yang membutuhkan pertolongan.
“Alhamdulillah, beliau berhasil ditemukan dan kembali berkumpul bersama keluarganya. Ini menjadi pengingat penting bagi seluruh jamaah agar selalu menjaga kebersamaan rombongan, terutama bagi lansia,” ujar salah satu relawan di lokasi.
Kisah Ngarto menjadi bukti bahwa di tengah lautan manusia yang memadati Haul Akbar Gresik, nilai-nilai kepedulian dan gotong royong tetap hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi keagamaan yang berlangsung setiap tahunnya.
