Beranda » RSK Ksatria Airlangga Berlayar Layani 4 Pulau Terpencil, Bawa Misi Kemanusiaan dan Operasi Gratis bagi Warga

RSK Ksatria Airlangga Berlayar Layani 4 Pulau Terpencil, Bawa Misi Kemanusiaan dan Operasi Gratis bagi Warga

SURABAYA, Selasarnusantara.com– Komitmen menghadirkan layanan kesehatan hingga ke pelosok kembali ditunjukkan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA). Kapal rumah sakit milik Universitas Airlangga itu resmi diberangkatkan untuk menjalankan misi kemanusiaan di empat pulau terpencil di Jawa Timur, yakni Bluto, Raas, Karamian, dan Masalembu, pada 12–25 Juli 2026.

Pelepasan RSKKA dilakukan di Dermaga Belakang Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (12/7/2026), serta mendapat dukungan penuh dari BPJS Kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskit, menegaskan bahwa misi ini merupakan bagian dari upaya pemerataan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).

“Kami ingin memastikan masyarakat di daerah yang sulit dijangkau tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak melalui Program JKN 3T,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh pelayanan dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP), baik dari sisi pelayanan medis maupun keselamatan seluruh petugas yang bertugas selama pelayaran.

Sementara itu, Direktur RSKKA dr. Agus Harianto mengungkapkan, tim yang diberangkatkan berjumlah 37 personel, terdiri dari 7 dokter spesialis, 12 dokter umum, serta tenaga kesehatan lainnya.

Berbagai layanan kesehatan disiapkan sesuai kebutuhan masyarakat kepulauan, mulai dari bedah, penyakit dalam, anak, mata, gigi, hingga kebidanan dan kandungan.

Tak hanya pelayanan rawat jalan, RSKKA juga memiliki dua kamar operasi, laboratorium, serta fasilitas radiologi sehingga memungkinkan dilaksanakannya operasi besar langsung di atas kapal.

“Jika ditemukan pasien yang membutuhkan tindakan operasi, kami siap melaksanakannya di kapal. Dalam satu pulau, rata-rata kami menangani hingga lima operasi besar setiap hari,” jelas dr. Agus.

Menurutnya, ribuan warga dari berbagai pulau biasanya datang ke lokasi sandar kapal untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang selama ini sulit mereka akses.

Dr. Agus juga mengenang salah satu momen paling berkesan saat menangani pasien penderita osteomielitis kronis yang menahan rasa sakit selama tiga tahun karena tidak mampu memperoleh layanan medis.

“Tindakan amputasi yang kami lakukan mungkin hal biasa di rumah sakit besar, tetapi bagi masyarakat kepulauan itu menjadi harapan hidup yang luar biasa,” tuturnya.

Misi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari dokter spesialis, tenaga kesehatan, relawan, hingga kru kapal. Seluruh tim diharapkan bekerja sama dan saling mendukung selama pelaksanaan pelayanan kesehatan di empat pulau tersebut.

Program pelayaran RSKKA diharapkan menjadi solusi nyata dalam memperluas akses layanan kesehatan sekaligus menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan dan selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.

Reporter: Tyas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *