Beranda » Baru Tiba dari NTT, Gubernur Miq Iqbal Langsung Turun ke Lokasi Kebakaran Desa Adat Sade

Baru Tiba dari NTT, Gubernur Miq Iqbal Langsung Turun ke Lokasi Kebakaran Desa Adat Sade

LOMBOK TENGAH, Selsarnusantara.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal langsung menuju Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, setelah tiba dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026).

Miq Iqbal datang saat petugas pemadam kebakaran, TNI-Polri, dan warga masih berupaya menangani kobaran api. Ia meminta keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran tersebut.

Kebakaran melanda kawasan permukiman adat Sade pada Sabtu malam. Berdasarkan laporan terbaru BPBD NTB, sebanyak 89 rumah mengalami kerusakan berat.

Miq Iqbal Baru Pulang dari NTT

Miq Iqbal baru saja kembali dari NTT setelah menjalankan misi kemanusiaan selama empat hari. Ia mendampingi penanganan korban gempa bermagnitudo 7,7 di wilayah tersebut.
Setibanya di NTB, Miq Iqbal langsung bergerak menuju Sade setelah menerima kabar kebakaran.

Gubernur kemudian melihat langsung proses penanganan di lokasi. Ia berada bersama petugas pemadam, aparat TNI-Polri, dan warga yang berusaha mengendalikan api.

Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Miq Iqbal menegaskan pemerintah harus memastikan keselamatan warga dalam penanganan kebakaran.

“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat,” ujar Miq Iqbal di lokasi.

Ia meminta petugas dan pemerintah daerah terus mengutamakan kebutuhan warga terdampak.

Penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Pemerintah juga perlu memastikan warga memperoleh tempat aman setelah kehilangan tempat tinggal.

89 Rumah Adat Mengalami Kerusakan Berat

Kebakaran menyebabkan dampak besar bagi masyarakat Sade. Data sementara BPBD NTB mencatat 89 rumah mengalami kerusakan berat.

BPBD NTB masih melakukan pendataan terkait nilai kerugian akibat kebakaran.

Penyebab kebakaran juga belum diketahui secara pasti berdasarkan laporan terbaru BPBD.

Petugas dari sejumlah wilayah ikut membantu proses pemadaman. Mereka berasal dari Lombok Tengah, Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Utara.

Pemerintah Siapkan Tempat Pengungsian

Pemerintah Desa Rambitan menyiapkan bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai tempat pengungsian

sementara bagi warga terdampak.
Miq Iqbal meminta pemerintah memastikan kebutuhan dasar warga selama berada di pengungsian.

Kebutuhan tersebut mencakup makanan, pakaian, rasa aman, dan dukungan untuk aktivitas sosial masyarakat.

Pendidikan Anak Jadi Perhatian

Miq Iqbal juga meminta pemerintah memperhatikan anak-anak yang terdampak kebakaran.

Ia menegaskan proses pendidikan anak tidak boleh terganggu akibat musibah tersebut.

“Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu,” tegasnya.

Pemerintah perlu memastikan anak-anak tetap mendapat akses pendidikan selama proses pemulihan berlangsung.

Pemprov NTB Siapkan Langkah Pemulihan

Miq Iqbal mengatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah dan pihak terkait untuk menentukan langkah berikutnya.

Pemerintah juga akan membahas pemulihan kawasan yang terdampak kebakaran.

“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kita pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan setelah proses pemadaman dan penanganan darurat selesai.

Desa Adat Sade Punya Nilai Budaya

Desa Adat Sade bukan hanya kawasan permukiman. Kawasan tersebut menjadi salah satu ruang hidup masyarakat Sasak yang mempertahankan tradisi dan bentuk hunian tradisional.

Sade juga dikenal sebagai salah satu kawasan wisata budaya di Lombok Tengah. Karena itu, kebakaran di kawasan tersebut berdampak pada masyarakat sekaligus warisan budaya NTB.

Pemerintah kini perlu memastikan proses pemulihan tetap memperhatikan kehidupan masyarakat dan nilai budaya kawasan Sade.

Gubernur Pastikan Penanganan Berlanjut

Kedatangan Miq Iqbal ke lokasi menunjukkan pemerintah provinsi ikut memantau langsung penanganan kebakaran.

Fokus utama pemerintah saat ini mencakup keselamatan warga, kebutuhan dasar, tempat tinggal sementara, pendidikan anak, serta rencana pemulihan kawasan.

Setelah kondisi darurat terkendali, pemerintah akan membahas langkah rekonstruksi Desa Adat Sade bersama pemerintah daerah dan pihak terkait.

Reporter: Tyas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *