Beranda » Setelah Dua Hari Pencarian, Pencari Ikan Tenggelam di Bengawan Solo Ditemukan

Setelah Dua Hari Pencarian, Pencari Ikan Tenggelam di Bengawan Solo Ditemukan

tenggelam di bengawan solo

BOJONEGORO, Selasarnusantara.com – Operasi pencarian terhadap seorang pencari ikan yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Bojonegoro, akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua hari pencarian intensif, Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (25/6/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Muhadi (31), warga Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Ia sebelumnya dilaporkan tenggelam saat beraktivitas mencari ikan di Sungai Bengawan Solo.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan jenazah korban ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB saat tim melakukan penyisiran menggunakan perahu karet Basarnas.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Saat ditemukan, jenazah tersangkut pada tali sedotan tambang pasir di aliran sungai,” ujarnya.

Tim memastikan identitas korban berdasarkan ciri-ciri pakaian yang dikenakan serta keranjang bambu yang ditemukan bersama jenazah. Barang-barang tersebut sesuai dengan keterangan yang diberikan keluarga saat laporan awal diterima.

Dari hasil pencarian, korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi yang diduga menjadi titik awal korban terpeleset dan jatuh ke sungai.

Setelah berhasil dievakuasi menggunakan perahu karet, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Operasi pencarian melibatkan sedikitnya 49 personel gabungan dari berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.

Selama proses pencarian, tim menggunakan berbagai metode, mulai dari penyisiran sungai menggunakan perahu karet Basarnas dan perahu nelayan, pemantauan dari darat, hingga pencarian menggunakan metode jangkar untuk menjangkau area yang sulit diakses.

Keberhasilan menemukan korban menandai berakhirnya operasi SAR yang telah berlangsung selama dua hari sejak laporan pertama diterima.

Basarnas Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika mencari ikan atau melakukan aktivitas lain di kawasan perairan yang memiliki arus cukup kuat.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai, danau, maupun laut guna menghindari kejadian serupa,” kata Nanang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *