SURABAYA, Selasarnusantara.com – Universitas Airlangga (UNAIR) terus mengembangkan Museum Digital UNAIR sebagai sarana edukasi sejarah kampus. Museum ini terbuka untuk masyarakat dan dapat diakses secara gratis.
Pengenalan Museum Digital UNAIR berlangsung melalui Kuliah Umum Museum Digital di Majapahit Hall, Gedung ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR, Sabtu (8/8/2026).
Kepala Bidang Kearsipan Pusat Administrasi Sekretariat UNAIR, Kiswari SSos, mengatakan museum tersebut hadir untuk mengenalkan perjalanan UNAIR kepada masyarakat. Koleksi museum memuat cerita kampus sejak awal berdiri hingga perkembangannya saat ini.
Menurut Kiswari, ukuran museum memang tidak besar. Namun, kondisi itu tidak mengurangi fungsi museum sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan masyarakat.
“Museum kami tidak berbayar dan terbuka untuk umum. Jadi, siapa pun boleh melihatnya,” ujar Kiswari.
Museum Digital UNAIR Terbuka untuk Umum
UNAIR akan terus memperbarui materi yang tersedia di Museum Digital UNAIR. Kampus juga berencana mengganti cerita dan konten museum setiap dua tahun.
Pembaruan tersebut bertujuan menjaga materi tetap relevan dengan perkembangan UNAIR. Langkah ini juga membantu kampus merawat arsip dan cerita sejarah agar tidak hilang.
Kiswari menilai sejarah kampus perlu mendapat perhatian. Menurut dia, cerita tentang UNAIR harus tersimpan dalam bentuk yang mudah dipelajari oleh generasi berikutnya.
“Cerita-cerita tentang UNAIR ini kalau tidak kita lestarikan akan jadi cerita belaka saja nantinya,” katanya.
Museum tersebut juga menarik perhatian mahasiswa asing. Sejumlah mahasiswa dari Malaysia, Australia, dan negara lain tercatat telah mengunjungi museum.
Kiswari mengatakan mahasiswa dapat menggunakan museum sebagai sarana untuk mengenal perjalanan UNAIR.
Masyarakat umum juga dapat memanfaatkannya sebagai ruang belajar sejarah perguruan tinggi.
Kuliah Umum Bahas Perkembangan AI
Kuliah umum Museum Digital UNAIR tidak hanya membahas sejarah. Kegiatan tersebut juga mengangkat
perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kiswari mendorong peserta untuk memahami perkembangan AI secara bijak. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu masyarakat mengembangkan kemampuan dan membuka peluang baru.
Ia menyebut AI memiliki potensi dalam berbagai bidang. Teknologi tersebut dapat mendukung pendidikan, bisnis, pekerjaan, hingga pengelolaan informasi.
“Silakan disimak materi yang ada di kuliah umum hari ini. Semoga bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk yang mau berbisnis karena sekarang semuanya serba AI,” paparnya.
AI Buka Peluang Kerja Baru
Perkembangan AI juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan baru. Salah satunya melalui pekerjaan jarak jauh atau remote work.
Peluang tersebut dapat mencakup pekerjaan yang membutuhkan kemampuan bahasa Inggris maupun pekerjaan dengan persyaratan bahasa yang lebih sederhana.
Karena itu, Kiswari mendorong akademisi dan masyarakat untuk terus meningkatkan literasi teknologi.
Pemahaman terhadap AI dinilai semakin penting seiring perkembangan teknologi yang cepat.
“Rata-rata penggunaan AI memang sangat dibutuhkan untuk saat ini dan akan terus berkembang di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.
Melalui Museum Digital UNAIR, kampus berupaya menjaga sejarah sekaligus mengenalkan pemanfaatan teknologi kepada masyarakat. Kehadiran museum tersebut diharapkan dapat memperkuat literasi sejarah dan teknologi secara bersamaan.
