SOLO, Selasarnusantara.com – dr. Neissa Sinaputri, Dipl. AAAM, terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsep anti-aging berbasis sains. Menurut Founder dan Medical Director The Skinbars itu, anti-aging bukan sekadar menjaga penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.
dr. Neissa menjelaskan bahwa proses penuaan merupakan hal yang alami. Karena itu, pendekatan anti-aging modern lebih menitikberatkan pada pencegahan, kesehatan kulit, dan peningkatan kualitas hidup seiring bertambahnya usia.
“Anti-aging bukan tentang menghentikan proses penuaan. Yang dapat dilakukan adalah membantu tubuh dan kulit menua dengan lebih sehat melalui pendekatan medis yang tepat, aman, dan berbasis bukti ilmiah,” ujarnya.
Pendekatan Disesuaikan dengan Kondisi Pasien
Menurut dr. Neissa, setiap orang memiliki kondisi kulit, gaya hidup, dan riwayat kesehatan yang berbeda. Oleh sebab itu, dokter perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh sebelum menentukan terapi yang tepat.
Ia menegaskan bahwa pendekatan yang bersifat personal akan membantu pasien memperoleh hasil perawatan yang lebih optimal.
Pencegahan Lebih Penting
Selain itu, dr. Neissa mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya tanda-tanda penuaan sebelum melakukan perawatan. Ia mendorong penerapan gaya hidup sehat, perlindungan terhadap paparan sinar matahari, nutrisi seimbang, dan konsultasi medis sebagai bagian dari konsep preventive anti-aging.
“Pencegahan sering kali memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan memperbaiki kondisi yang sudah berkembang,” katanya.
Teknologi Harus Didukung Diagnosis Medis
dr. Neissa menilai kemajuan teknologi estetika memang memberikan banyak pilihan tindakan. Namun, setiap prosedur tetap harus diawali dengan diagnosis medis yang tepat dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien, bukan sekadar mengikuti tren.
Selain memberikan layanan klinis, ia juga aktif mengedukasi masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi agar memahami konsep healthy aging secara benar.
Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat sebelum menjalani tindakan estetika.
“Harapan kami, semakin banyak masyarakat memahami bahwa anti-aging bukan sekadar mengejar tampilan lebih muda, tetapi merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang berdampak pada kualitas hidup,” tutupnya.
