Beranda » ITS Uji Mesin Pirolisis di Pasuruan, Sampah Diolah Jadi BBM Ramah Lingkungan

ITS Uji Mesin Pirolisis di Pasuruan, Sampah Diolah Jadi BBM Ramah Lingkungan

PASURUAN, Selasarnusantara.com – Mesin Pirolisis ITS diperkenalkan di TPS 3R PEMPES, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Teknologi tersebut mampu mengolah sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif yang bernilai ekonomi.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar kegiatan itu dalam program pengabdian kepada masyarakat pada Rabu (5/8/2026).

Tim yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan tujuh mahasiswa Program Studi Kimia mendemonstrasikan cara kerja mesin pirolisis kepada masyarakat.

Sampah Diolah Menjadi BBM

Melalui Mesin Pirolisis ITS, berbagai jenis sampah dapat diolah menjadi bahan bakar seperti solar, bensin (premium), dan minyak tanah. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus menghasilkan energi alternatif.

Dosen pembimbing kegiatan, Prof.Suprapto, mengatakan inovasi tersebut mampu menjawab persoalan sampah sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Melalui teknologi pirolisis, sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan dapat diolah menjadi bahan bakar yang bermanfaat. Harapannya, inovasi ini dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif,” ujarnya.

Desa Randupitu Dukung Pengembangan Teknologi

Kepala Desa Randupitu, M. Fuad, mengapresiasi ITS Surabaya yang memilih TPS 3R PEMPES sebagai lokasi pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran Mesin Pirolisis ITS menjadi harapan baru bagi desa dalam mengelola sampah menjadi produk yang bernilai.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada ITS Surabaya atas kepercayaan dan kepeduliannya kepada Desa Randupitu. Kehadiran mesin pirolisis ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai,” kata M. Fuad.

Ia berharap kerja sama antara ITS, pemerintah desa, dan masyarakat terus berlanjut. Dengan demikian, TPS 3R PEMPES dapat berkembang menjadi pusat edukasi sekaligus percontohan pengolahan sampah berbasis teknologi di Kabupaten Pasuruan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *