Beranda » Evakuasi Jenazah Abdul Ghoni di Gresik Libatkan Crane, Pemakaman Rampung Lima Jam

Evakuasi Jenazah Abdul Ghoni di Gresik Libatkan Crane, Pemakaman Rampung Lima Jam

GRESIK, Selasarnusantara.com – Duka menyelimuti keluarga Abdul Ghoni (25), warga Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Abdul Ghoni meninggal dunia setelah mengalami komplikasi penyakit yang berkaitan dengan obesitas.

Proses pemakaman almarhum pada Senin (7/9/2026) berlangsung tidak biasa. Berat badan jenazah yang mencapai sekitar 250 kilogram membuat keluarga dan warga kesulitan melakukan pemindahan secara manual.

Kondisi tersebut membuat sejumlah petugas dan warga turun tangan. Bahkan, satu unit crane milik DPUTR Gresik dikerahkan untuk membantu proses evakuasi hingga jenazah dapat dimakamkan.

Warga Kesulitan Memindahkan Jenazah

Kesulitan mulai dirasakan ketika jenazah hendak dipindahkan untuk menjalani rangkaian proses pemakaman. Beban yang cukup berat membuat tenaga warga tidak mencukupi untuk melakukan proses tersebut secara aman.

Petugas Damkar Gresik bersama warga kemudian membantu sejumlah tahapan, mulai dari proses pemandian, salat jenazah hingga membawa almarhum menuju tempat pemakaman.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan kepedulian warga sekitar yang ikut bergotong royong membantu keluarga almarhum di tengah suasana duka.

Crane DPUTR Ikut Dikerahkan

Untuk mengatasi kendala pemindahan, petugas mengerahkan satu unit crane milik DPUTR Gresik. Selain itu, tiga kendaraan operasional juga disiagakan untuk mendukung proses evakuasi.

Penggunaan alat tersebut dilakukan agar pemindahan jenazah dapat berlangsung lebih aman dan mengurangi risiko bagi petugas maupun warga yang membantu.

Pemakaman Berlangsung Sekitar Lima Jam

Rangkaian pemakaman Abdul Ghoni membutuhkan waktu sekitar lima jam. Warga dan petugas bekerja bersama dalam setiap tahapan hingga proses pemakaman selesai.

Meski menghadapi kendala teknis karena kondisi jenazah, seluruh rangkaian akhirnya dapat diselesaikan tanpa hambatan berarti.

Polisi Sebut Meninggal karena Sakit

Kematian Abdul Ghoni disebut berkaitan dengan penyakit komplikasi yang dialaminya. Polisi juga menyampaikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum.

Dengan demikian, proses penanganan jenazah dilakukan sebagai bagian dari pemakaman warga yang meninggal karena kondisi sakit.

Kepedulian Warga Jadi Bagian Penting

Peristiwa tersebut tidak hanya menjadi kabar duka bagi keluarga Abdul Ghoni. Bantuan warga, petugas pemadam kebakaran, dan instansi pemerintah menunjukkan pentingnya kebersamaan ketika sebuah keluarga menghadapi kondisi sulit.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, jenazah Abdul Ghoni akhirnya berhasil dimakamkan. Keluarga pun dapat melepas kepergian almarhum ke peristirahatan terakhir.

Reporter: tyas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *