Beranda » DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Jaga Ekosistem Pesisir

DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Jaga Ekosistem Pesisir


GRESIK, Selasarnusantara.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik mengapresiasi komitmen PT Petrokimia Gresik dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir melalui pengembangan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare di Desa Tanjung Widoro,

Kecamatan Bungah. Program tersebut dinilai mampu memulihkan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Kepala DLH Kabupaten Gresik Sri Subaidah saat mengikuti kegiatan penanaman mangrove dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik, Rabu (5/8/2026).

DLH Nilai Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Sri Subaidah mengatakan keberhasilan konservasi mangrove tidak lepas dari sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dengan adanya konservasi mangrove yang dilakukan Petrokimia Gresik, lingkungan di Gresik akan menjadi lebih baik dan lestari. Apalagi Petrokimia Gresik berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan Kabupaten Gresik memiliki kawasan mangrove seluas sekitar 3.912 hektare yang perlu dijaga bersama. Karena itu, ia berharap lebih banyak pihak ikut berperan dalam menjaga kawasan pesisir.

Selain melakukan penanaman mangrove, Petrokimia Gresik juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Program tersebut mencakup pelatihan penanaman mangrove hingga pengembangan batik mangrove yang mampu meningkatkan pendapatan warga.

“Petrokimia Gresik tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tetapi juga mengedukasi masyarakat. Upaya ini turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Penanaman Mangrove Jadi Komitmen HUT Ke-54

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan peringatan HUT ke-54 menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat kontribusi kepada masyarakat dan lingkungan.

Menurutnya, perusahaan memilih merayakan hari jadi dengan aksi nyata melalui penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan kawasan pesisir.

“Usia ke-54 menjadi pengingat bagi kami untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan. Penanaman mangrove ini merupakan wujud kepedulian Petrokimia Gresik dalam menjaga kelestarian pesisir agar manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya hari ini, tetapi juga oleh generasi mendatang,” ujar Daconi.

Ia menambahkan, mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Vegetasi tersebut mampu mengurangi abrasi, meredam gelombang, menjadi habitat berbagai biota, serta menyerap karbon untuk mendukung pengendalian perubahan iklim.

PRPM Mengare Pulihkan Kawasan Pesisir

Petrokimia Gresik mengembangkan PRPM Mengare bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Desa Tanjung Widoro sejak 2018. Awalnya, kawasan itu merupakan lahan bekas tambak yang mengalami kerusakan akibat abrasi dan rob.

Melalui program restorasi, kawasan tersebut berkembang menjadi pusat pembelajaran mangrove berbasis pemberdayaan masyarakat. Program itu juga mendorong tumbuhnya eduwisata dan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir.

Data Petrokimia Gresik menunjukkan luas kawasan mangrove di PRPM Mengare meningkat dari 5,01 hektare pada 2019 menjadi 6,7 hektare pada 2025. Pertumbuhan itu menunjukkan proses regenerasi mangrove berjalan dengan baik sehingga kawasan pesisir menjadi lebih terlindungi.

Program Akan Terus Dikembangkan

Vice President (VP) Lingkungan Petrokimia Gresik Muhammad Harisul Baihaqi mengatakan perusahaan akan terus mengembangkan program restorasi mangrove agar manfaatnya semakin luas.

Menurutnya, program tersebut bertujuan mengembalikan ekosistem pesisir yang sebelumnya terdampak abrasi dan rob hingga menggerus sebagian tambak milik masyarakat.

“Petrokimia Gresik berupaya mengembalikan ekosistem pesisir yang sebelumnya terdampak rob dan abrasi. Dengan adanya penanaman mangrove ini, ekosistem dapat pulih kembali sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.

Daconi menegaskan Petrokimia Gresik akan terus memperkuat berbagai program keberlanjutan yang melibatkan masyarakat. Ia berharap langkah tersebut dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mewariskan ekosistem pesisir yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *