Surabaya, Selasarnusantara.com – Surabaya menjadi kota keempat dalam rangkaian BYD M6 DM Media Challenge, ajang pembuktian efisiensi teknologi Dual Mode (DM) yang digelar PT BYD Motor Indonesia. Melalui rute Surabaya-Prigen-Surabaya sejauh sekitar 150 kilometer, peserta diajak merasakan langsung performa kendaraan dalam berbagai kondisi jalan.
Rute pengujian dirancang menyerupai aktivitas berkendara sehari-hari masyarakat Jawa Timur, mulai dari lalu lintas perkotaan, jalan tol, hingga tanjakan menuju kawasan dataran tinggi.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan Surabaya dipilih karena memiliki karakter mobilitas yang dinamis serta menjadi salah satu pasar kendaraan listrik terbesar di Indonesia.
“Setelah Jakarta, Medan, dan Semarang, Surabaya menjadi kota keempat dalam rangkaian BYD M6 DM Media Challenge untuk membuktikan konsistensi efisiensi, performa, dan kenyamanan teknologi DM pada perjalanan antarkota dengan karakter rute yang beragam,” ujar Luther, Kamis (2/7/2026).
Menurut BYD, saat ini lebih dari 4.400 unit kendaraan mereka telah beroperasi di Jawa Timur dengan pangsa pasar kendaraan listrik mencapai lebih dari 40 persen.
Hasil Uji Lapangan Tembus 146 Kilometer dengan 1,2 Liter Bensin
Menariknya, hasil pengujian langsung pada salah satu kendaraan peserta menunjukkan efisiensi yang melampaui simulasi internal perusahaan.
Berdasarkan data yang ditampilkan pada sistem kendaraan, BYD M6 DM berhasil menempuh jarak 146 kilometer dengan konsumsi bensin hanya 1,2 liter, sementara konsumsi energi listrik tercatat 5,6 kWh per 100 kilometer.

Dengan hasil tersebut, efisiensi penggunaan bensin pada rute pengujian setara sekitar 121 kilometer per liter. Selama perjalanan, kendaraan juga tidak melakukan pengisian daya eksternal, sehingga sistem Dual Mode mengoptimalkan penggunaan energi listrik yang tersedia di baterai serta mesin bensin sesuai kebutuhan berkendara.
Meski demikian, angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan konsumsi bahan bakar mobil konvensional karena BYD M6 DM merupakan kendaraan plug-in hybrid (PHEV) yang memanfaatkan kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin.
BYD sebelumnya menyebut, berdasarkan simulasi internal perusahaan, M6 DM memiliki potensi konsumsi bahan bakar hingga 65 km/liter pada perjalanan sekitar 150 kilometer dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh.
Selain efisiensi energi, perusahaan juga mengklaim biaya perawatan kendaraan Dual Mode sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional di kelas yang sama berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun.
Motor Listrik Jadi Penggerak Utama
Berbeda dengan sistem hybrid konvensional, teknologi Dual Mode (DM) milik BYD menerapkan konsep electric-first, di mana motor listrik menjadi penggerak utama kendaraan, sementara mesin bensin bekerja ketika dibutuhkan untuk menjaga efisiensi dan memperpanjang jarak tempuh.
Teknologi tersebut juga mengusung filosofi G.A.S.S. (Gesit, Andal, Senyap, Super Irit) yang menjadi karakter utama kendaraan.
Melalui rangkaian Media Challenge di berbagai kota, BYD berharap masyarakat dapat mengenal lebih dekat teknologi kendaraan energi baru sekaligus mempercepat adopsi mobilitas rendah emisi di Indonesia.
