GRESIK, Selasarnusantara.com – Persoalan keamanan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menjadi sorotan. Dugaan kehilangan disebut tidak hanya menyangkut pagar, tetapi juga sejumlah barang inventaris seperti tangki air hingga onderdil kendaraan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengamanan aset daerah. Bahkan, muncul dugaan adanya keterlibatan orang dalam yang mengetahui kondisi dan lokasi penyimpanan aset.
Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan penelusuran dan pembuktian lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Bukan Hanya Pagar yang Hilang
Pencurian aset daerah disebut tidak berhenti pada material pagar. Sejumlah barang yang memiliki nilai ekonomis juga dilaporkan raib dari lokasi penyimpanan.
Di antaranya tangki air serta sejumlah onderdil kendaraan. Hilangnya berbagai barang tersebut menambah daftar persoalan pengamanan aset yang berada dalam pengelolaan pemerintah daerah.
Kondisi ini menjadi perhatian karena aset yang hilang pada dasarnya merupakan barang milik daerah yang pengadaannya bersumber dari anggaran pemerintah.
Dugaan Orang Dalam Ikut Mencuat
Munculnya dugaan keterlibatan orang dalam tidak terlepas dari jenis barang yang hilang dan kondisi lokasi penyimpanan.
Aset seperti tangki maupun komponen kendaraan tidak selalu mudah diambil tanpa mengetahui keberadaan barang dan situasi di sekitar lokasi. Karena itu, dugaan adanya pihak yang mengetahui kondisi internal menjadi salah satu hal yang perlu ditelusuri.
Meski demikian, dugaan tersebut tidak dapat langsung dijadikan kesimpulan sebelum adanya hasil pemeriksaan maupun bukti yang menguatkan.
Pengamanan Aset Perlu Dievaluasi
Rangkaian kehilangan tersebut menjadi momentum bagi Pemkab Gresik untuk mengevaluasi sistem pengamanan aset daerah.
Inventarisasi secara berkala, pendataan kondisi barang, pengawasan lokasi serta pembatasan akses menjadi bagian penting untuk mencegah aset pemerintah berpindah tangan tanpa prosedur.
Apalagi, aset daerah tidak hanya berupa bangunan atau tanah. Berbagai peralatan, kendaraan, komponen kendaraan dan fasilitas pendukung lainnya juga termasuk kekayaan yang harus dipertanggungjawabkan.
Kerugian Negara Perlu Dihitung
Setiap aset yang hilang tentu memiliki nilai ekonomi yang perlu dihitung. Pendataan tersebut penting untuk mengetahui besaran kerugian serta memastikan status masing-masing barang.
Jika nantinya ditemukan unsur pidana, proses hukum dapat dilakukan berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan aparat penegak hukum.
Pemeriksaan juga penting untuk mengetahui apakah kehilangan terjadi karena lemahnya pengawasan, kelalaian pengelolaan atau memang merupakan tindak pencurian yang dilakukan secara terencana.
Pemkab Diminta Terbuka
Persoalan aset daerah membutuhkan transparansi agar masyarakat mengetahui langkah pemerintah dalam menjaga barang milik negara atau daerah.
Pemkab Gresik perlu memastikan seluruh aset tercatat dengan baik dan keberadaannya dapat dipertanggungjawabkan. Jika ditemukan aset yang hilang, proses penelusuran harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk membuka kemungkinan keterlibatan pihak internal apabila memang terdapat bukti.
Dengan begitu, persoalan kehilangan aset tidak berhenti pada pencatatan kerugian, tetapi juga menjadi evaluasi terhadap sistem pengamanan dan pengelolaan kekayaan daerah.
Sementara itu, dugaan keterlibatan orang dalam dalam kasus tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Prinsip praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan sampai terdapat bukti dan keputusan hukum yang berkekuatan tetap.
