TULUNGAGUNG, Selasarnusantara.co – Kemunculan buaya muara di kawasan pesisir selatan Kabupaten Tulungagung membuat warga dan wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan. Petugas gabungan kini memasang jaring perangkap di sejumlah titik untuk menangkap dan mengevakuasi buaya tersebut.
Upaya penanganan dilakukan setelah tim gabungan menggelar rapat koordinasi untuk menyusun langkah penangkapan serta evakuasi buaya yang berkeliaran di kawasan pesisir selatan.
Tim yang terlibat terdiri dari unsur Polri, TNI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BPBD, Damkar, Forkopimcam Besuki serta pemerintah desa setempat.
Jaring Perangkap Dipasang di Tiga Lokasi
Camat Besuki, Andik Adewiyanto, mengatakan petugas telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kemunculan buaya. Selain melakukan patroli dan penyisiran, petugas juga memasang jaring perangkap.
“Jaring akan dipasang di tiga lokasi. Tim juga akan bersiaga apabila buaya muncul kembali,” ujar Andik, Senin (17/8/2026).
Petugas akan melakukan pemantauan secara berkala di kawasan yang menjadi lokasi kemunculan buaya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masyarakat maupun wisatawan mendekati area yang dinilai berisiko.
Petugas Siaga 24 Jam di Pantai Sidem
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, mengatakan petugas gabungan akan disiagakan selama 24 jam di kawasan Pantai Sidem.
Penempatan personel tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan pesisir
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap kemunculan buaya di pantai selatan,” kata Nanang.
Selain Pantai Sidem, pemantauan juga dilakukan di sejumlah kawasan pantai lainnya, di antaranya Pantai Popoh, Gemah dan Sine.
Petugas juga mengingatkan warga agar tidak mendekati lokasi yang menjadi titik kemunculan buaya. Masyarakat diminta segera melapor apabila melihat keberadaan satwa tersebut.
“Bagi masyarakat yang mengetahui kemunculan buaya agar segera melapor ke petugas gabungan,” pungkasnya.
Upaya pemasangan jaring dan penjagaan selama 24 jam diharapkan dapat mempercepat proses penangkapan serta evakuasi buaya muara, sekaligus menjaga keselamatan warga dan wisatawan di kawasan pesisir selatan Tulungagung.
