Beranda » Polisi Gagalkan Dugaan Bentrok Ratusan Massa di Surabaya, Kapolrestabes Turun Langsung

Polisi Gagalkan Dugaan Bentrok Ratusan Massa di Surabaya, Kapolrestabes Turun Langsung

Surabaya, Selasarnusantara.com Aparat kepolisian menggagalkan dugaan bentrokan yang melibatkan ratusan orang di kawasan Jalan Teuku Umar, Surabaya, pada Senin dini hari, 27 Juli 2026. Massa yang datang secara berkelompok berhasil dihadang petugas gabungan sehingga situasi dapat dikendalikan sebelum terjadi bentrokan lebih luas.

Berdasarkan informasi di lapangan, massa yang diduga berasal dari salah satu perguruan silat mulai berdatangan sekitar pukul 01.16 WIB dengan menggunakan sepeda motor. Mereka disebut hendak menuju sebuah markas organisasi masyarakat (ormas) di kawasan tersebut.

Dalam pergerakannya, sejumlah orang terlihat membawa benda yang diduga senjata tajam. Selain itu, suara gesekan benda logam dengan aspal terdengar saat rombongan melintas menuju lokasi.

Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan bentrokan yang sebelumnya terjadi di depan Kelab Malam AmbYar, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, pada Sabtu (25/7/2026) dini hari. Dalam insiden itu, dua petugas valet dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam.

Sesampainya di kawasan Jalan Pandegiling, massa berupaya memasuki Jalan Teuku Umar. Namun, langkah mereka berhasil dihentikan petugas gabungan dari unsur Dalmas dan Brimob yang telah membentuk barikade pengamanan.

Di tengah situasi yang memanas, petugas juga mendapati adanya aksi provokasi yang diduga dilakukan oleh sejumlah orang mengenakan masker dan hoodie berwarna hitam. Selain itu, aparat menerima lemparan petasan serta benda yang diduga bom molotov ke arah personel yang berjaga.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan kemudian turun langsung ke lokasi sekitar pukul 01.40 WIB untuk berdialog dengan massa. Ia menegaskan bahwa penanganan kasus bentrokan sebelumnya sedang diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Maunya bagaimana? Semuanya sekarang berproses,” ujar Kombes Pol Luthfie Sulistiawan di hadapan massa.

Karena massa tidak segera membubarkan diri, Kapolrestabes memerintahkan anggotanya untuk mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang diduga menjadi provokator.

“Tangkap saja, jangan dipukul,” perintahnya kepada personel di lapangan.

Setelah aparat melakukan tindakan pengamanan, massa yang didominasi kalangan pemuda berangsur membubarkan diri dan bergerak menuju kawasan Pasar Kembang. Situasi di Jalan Teuku Umar dilaporkan kembali kondusif sekitar pukul 02.15 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan pengamanan serta pendalaman terkait identitas para pihak yang terlibat, termasuk menyelidiki dugaan kepemilikan senjata tajam maupun benda yang diduga bom molotov yang ditemukan saat pengamanan berlangsung.

Reporter: Tyas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *