Beranda » Kontak Senjata di Maybrat, Dua Pimpinan Kelompok OPM Sorong Raya Dilaporkan Tewas

Kontak Senjata di Maybrat, Dua Pimpinan Kelompok OPM Sorong Raya Dilaporkan Tewas

MAYBRAT, Selasarnusantara.com – Dua pimpinan kelompok TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya dilaporkan tewas setelah terjadi kontak senjata dengan pasukan gabungan TNI di kawasan hutan Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu (3/10/2026) malam.

Kedua orang tersebut diidentifikasi sebagai Arso Aisnak, Komandan Komando Wilayah Pertahanan II, dan Yohanes KY, Komandan Batalyon Karef Hamit. Informasi itu disampaikan Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto pada Minggu (4/10/2026).

Berawal dari Pergerakan Kelompok

Berdasarkan keterangan TNI, pergerakan kelompok yang dipimpin Manfret Fatem terdeteksi saat diduga hendak memasuki kawasan permukiman warga di Distrik Aifat. Pasukan gabungan kemudian melakukan penghadangan di sekitar kawasan hutan.

TNI menyebut prajurit telah memberikan imbauan agar kelompok tersebut menyerahkan diri dan meletakkan senjata. Namun, imbauan itu disebut direspons dengan tembakan hingga terjadi kontak senjata.

Dalam peristiwa tersebut, Arso Aisnak dan Yohanes KY dilaporkan tewas. Sementara Manfret Fatem bersama anggota kelompok lainnya disebut melarikan diri ke dalam hutan.

Sejumlah Barang Bukti Diamankan

Usai kontak senjata, pasukan gabungan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi. Di antaranya satu pucuk senjata api jenis revolver beserta amunisi, sejumlah amunisi senapan mesin, senjata tajam, alat komunikasi, serta dua lembar bendera Bintang Kejora.

Menurut keterangan TNI, seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut dilaporkan selamat tanpa korban jiwa maupun luka.

Pengejaran Masih Berlangsung

TNI menyatakan pengejaran terhadap Manfret Fatem dan anggota kelompok yang melarikan diri masih dilakukan. Operasi tersebut disebut bertujuan menjaga keamanan masyarakat di wilayah Maybrat.

Keterangan mengenai kronologi, identitas pihak yang terlibat, serta hasil operasi dalam pemberitaan ini merujuk pada informasi yang disampaikan pihak TNI. Perkembangan selanjutnya masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *