SUMENEP, Selasarnusantara.com – Keterbatasan air bersih akibat kekeringan di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, mendorong Anggota DPR RI Slamet Ariyadi meminta percepatan penanganan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep dan keterlibatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dorongan tersebut disampaikan melalui tenaga ahlinya, Sudahri, dalam koordinasi dengan BPBD Sumenep pada Senin (19/10/2026). Fokus utama penanganan adalah memastikan warga terdampak tetap memperoleh air bersih untuk minum, memasak, dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Sudahri menilai penanganan kekeringan perlu dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat. Pemetaan daerah terdampak menjadi langkah penting agar distribusi bantuan dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan.
Minta BNPB dan BPBD Perkuat Koordinasi
Sudahri berharap BPBD Sumenep berkoordinasi dengan pemerintah daerah sekaligus mendorong keterlibatan BNPB untuk mempercepat penanganan kekeringan di Pasongsongan.
“Persoalan kekeringan di Sumenep, khususnya wilayah Pasongsongan, harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap BNPB turun tangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan air bersih sesuai kebutuhan,” ujar Sudahri.
Diduga Korsleting, Innova Zenix Terbakar di Tol Gresik Arah Surabaya, Seluruh Penumpang Selamat Minggu, 05 Jul 2026 05:46 WIB
Menurutnya, koordinasi lintas instansi diperlukan agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri. Data wilayah terdampak dan kebutuhan air bersih masyarakat perlu menjadi dasar dalam menentukan prioritas distribusi bantuan.
Dengan pemetaan yang jelas, penyaluran diharapkan lebih efektif, merata, dan tepat sasaran.
Penanganan Tak Cukup Bersifat Darurat
Sudahri menegaskan, upaya mengatasi kekeringan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan sesaat. Langkah cepat perlu disertai perencanaan berkelanjutan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.
“Jangan sampai masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk minum, memasak, dan keperluan sehari-hari. Karena itu, diperlukan langkah cepat, terukur, dan berkelanjutan dari seluruh pihak terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Sumenep, Catur, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan berbagai elemen dalam mempercepat penanganan kekeringan, khususnya di Kecamatan Pasongsongan.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, dan pihak terkait diharapkan dapat memperkuat penanganan dampak kekeringan. Percepatan bantuan air bersih menjadi kebutuhan penting agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.


