GRESIK, Selasarnusantara.com – Seorang penumpang Kapal Dharma Rucitra VII rute Surabaya–Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia saat kapal berada di perairan Karang Jamuang, Gresik, Selasa (25/8/2026).
Korban sempat mengalami penurunan kesadaran setelah mengeluhkan sakit maag. Tim SAR Surabaya kemudian melakukan evakuasi medis untuk membawa jenazah ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Penumpang Mendadak Tak Sadarkan Diri
Peristiwa bermula ketika salah seorang penumpang Dharma Rucitra VII mengalami gangguan kesehatan dalam perjalanan menuju NTT.
Korban sebelumnya mengeluhkan sakit maag sebelum kondisinya memburuk hingga tidak sadarkan diri.
Laporan Diterima Tim SAR
Informasi kondisi korban diterima Kantor SAR Surabaya dari Vessel Traffic Service (VTS).
Laporan tersebut diterima sekitar pukul 05.25 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan operasi evakuasi medis.
Kapal SAR Dikerahkan
Tim rescue Kantor SAR Surabaya kemudian diberangkatkan menggunakan KN SAR 249 Permadi.
Kapal tersebut bergerak dari Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak menuju lokasi Dharma Rucitra VII di perairan Karang Jamuang, Gresik.
Tiba di Lokasi
KN SAR 249 Permadi tiba di sekitar lokasi kapal pada pukul 11.18 WIB.
Petugas kemudian melakukan proses tender atau pemindahan dari kapal ke kapal sebelum mengevakuasi korban.
Evakuasi Berlangsung 15 Menit
Proses pemindahan membutuhkan waktu sekitar 15 menit.
Setelah berhasil melakukan tender, tim rescue langsung mengevakuasi jenazah penumpang dari kapal Dharma Rucitra VII.
Korban Bernama Abraham
Korban diketahui bernama Abraham X, berusia 38 tahun dan merupakan warga Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Korban dinyatakan meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami kondisi tidak sadarkan diri.
Anak Korban Ikut Mendampingi
Dalam perjalanan kembali menuju Surabaya, KN SAR 249 Permadi turut membawa anak korban.
Pendampingan tersebut dilakukan setelah proses pemindahan jenazah dari kapal penumpang selesai.
Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak
KN SAR 249 Permadi tiba di Dermaga Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sekitar pukul 14.00 WIB.
Jenazah kemudian diserahkan kepada operator pelayanan PT Dharma Lautan Utama (DLU) dan pihak keluarga.
Penyerahan Disaksikan Sejumlah Instansi
Proses penyerahan jenazah turut disaksikan sejumlah pihak terkait.
Di antaranya KSOP Tanjung Perak, Balai Besar Karantina Kesehatan Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan Polairud Polda Jawa Timur.
Operasi SAR Kembali Siaga
Setelah seluruh proses evakuasi dan penyerahan jenazah selesai, KN SAR 249 Permadi kembali menuju Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak.
Tim kemudian kembali dalam posisi siaga untuk menjalankan tugas penyelamatan berikutnya.
Reporter: Tyas
