Beranda » Vonis Pemain HGI Jadi Sorotan, Pakar Hukum Dorong Aparat Kejar Pengendali dan Aliran Uang

Vonis Pemain HGI Jadi Sorotan, Pakar Hukum Dorong Aparat Kejar Pengendali dan Aliran Uang

SURABAYA, Selasarnusantara.com – Penanganan judi online melalui aplikasi Higgs Games Island (HGI) mendapat sorotan pakar hukum pidana. Pakar hukum pidana khusus sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Muhammad Taufik, meminta aparat tidak berhenti pada pemain.

Menurut Taufik, penegak hukum perlu menelusuri pihak yang membangun sistem, mengendalikan platform, memfasilitasi transaksi, serta menikmati keuntungan dari aktivitas tersebut.

Pandangan itu muncul setelah seorang pemain HGI di Surabaya mendapat vonis satu tahun penjara.

Pemain HGI Divonis Satu Tahun

Perkara yang menjadi sorotan melibatkan Yudi Surya, warga Surabaya.

Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada Yudi. Majelis hakim menyatakan Yudi terbukti melakukan tindak pidana tanpa izin ikut serta dalam perjudian.

Yudi juga wajib membayar biaya perkara sebesar Rp5.000. Masa penahanan yang telah ia jalani turut diperhitungkan dalam hukuman.

Yudi Bermain Judi Slot di HGI

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum Kejari Tanjung Perak Ida Bagus Made Adi Saputra menyebut Yudi memainkan judi slot melalui aplikasi HGI.

Yudi melakukan top up koin atau emas untuk memainkan sejumlah permainan. Koin hasil kemenangan kemudian ia jual kembali kepada rekannya.

Nilai penjualan koin tersebut berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu.

Aktivitas Judi Berlangsung Sejak 2021

Berdasarkan fakta persidangan, Yudi telah memainkan judi slot online sejak 2021.

Ia mengaku melakukan aktivitas tersebut untuk memperoleh tambahan penghasilan. Uang itu ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan keluarganya.

Polisi kemudian menemukan Yudi sedang bermain judi online di sebuah warung kopi di Jalan Simo Pomahan Baru Raya, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, pada 24 Februari 2026.

Hakim Pertimbangkan Kondisi Terdakwa

Majelis hakim mempertimbangkan sejumlah hal yang meringankan hukuman Yudi.

Terdakwa mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalan. Ia juga berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Selain itu, hakim mempertimbangkan status Yudi sebagai tulang punggung keluarga.

Pakar Hukum Minta Penanganan Tak Berhenti

Muhammad Taufik menilai penanganan judi online perlu berjalan lebih luas.

Menurutnya, aparat tidak cukup hanya menindak orang yang memainkan permainan. Penyelidikan juga perlu menyasar sistem dan jaringan di balik aktivitas perjudian digital.

“Jangan hanya pemain yang ditindak,” kata Taufik.

Pengendali Sistem Perlu Ditelusuri

Taufik mendorong aparat mencari pihak yang membuat dan mengendalikan sistem.

Ia juga meminta penyidik menelusuri pihak yang memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut.

Menurutnya, penyelidikan perlu menjawab beberapa hal. Pertanyaan itu mencakup siapa pengendali sistem, bagaimana transaksi berjalan, dan ke mana aliran uang bergerak.

Mekanisme Top Up Jadi Sorotan

Taufik juga menyoroti penggunaan top up, koin, item, dan mata uang virtual dalam platform digital.

Menurut dia, aparat perlu mencermati mekanisme tersebut jika memiliki unsur perjudian atau menjadi sarana untuk menjalankan perjudian.

Ia mengingatkan bahwa kemasan seperti game dapat membuat aktivitas perjudian terlihat seperti permainan biasa.

Pemain Kecanduan Perlu Perlindungan

Taufik tidak hanya mendorong penindakan. Ia juga meminta pemerintah memberi perhatian kepada masyarakat yang mengalami kecanduan judi online.

Menurutnya, pemerintah dapat memperkuat edukasi, pendampingan, rehabilitasi sosial, dan pemulihan bagi korban serta keluarganya.

Pendekatan tersebut dapat membantu masyarakat keluar dari masalah kecanduan judi online.

Penanganan Judi Online Harus dari Hulu

Taufik menilai pemberantasan judi online membutuhkan strategi dari hulu hingga hilir.

Pencegahan perlu berjalan bersama penindakan. Pemerintah juga perlu memberi perlindungan kepada masyarakat yang sudah mengalami kecanduan.

Pada saat yang sama, aparat perlu membongkar sistem dan jaringan yang membuat perjudian digital terus berkembang.

Vonis Pemain Jadi Momentum Bongkar Jaringan

Vonis satu tahun terhadap pemain HGI kembali membuka pembahasan tentang pola penanganan judi online.

Bagi Taufik, penegakan hukum perlu menyasar lebih dari sekadar pemain.

Aparat perlu mengungkap pihak yang mengendalikan sistem serta aliran keuntungan dari aktivitas perjudian.

Dengan pendekatan tersebut, pemberantasan judi online dapat berjalan lebih menyeluruh.

Reporter: Tyas 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *