Beranda » Kerja Sama Dindik Jatim dengan HGI Disorot, Afiliasi Higgs Domino Dipertanyakan

Kerja Sama Dindik Jatim dengan HGI Disorot, Afiliasi Higgs Domino Dipertanyakan

SURABAYA,Selasarnusantara.com – Kerja sama Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) dengan HGI Research Centre dan BOKE Technology mendapat sorotan. Kerja sama tersebut mencakup pendidikan vokasi, kecerdasan buatan (AI), animasi, dan pengembangan talenta digital.

Sorotan muncul setelah Dindik Jatim menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan HGI Research Centre di Shanghai, Tiongkok, pada 11 Juni 2026.

Publik kemudian mempertanyakan informasi mengenai dugaan hubungan korporasi HGI Research Centre dan BOKE Technology dengan entitas yang berkaitan dengan Higgs Domino.

Dindik Jatim menyatakan akan melakukan verifikasi terhadap informasi tersebut. Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai juga memastikan pihaknya akan mengevaluasi kerja sama jika proses verifikasi menemukan persoalan.

Kerja Sama Dindik Jatim Fokus pada Pendidikan

Dindik Jatim sejak awal mengarahkan kerja sama tersebut untuk pengembangan pendidikan vokasi. Program itu mencakup AI, animasi, konten digital, teknologi kreatif, dan hubungan antara sekolah dengan industri.

Aries mengatakan kebutuhan peningkatan kompetensi guru dan siswa menjadi dasar kerja sama. Menurutnya, sekolah perlu menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan teknologi.

“Dasar utama kami adalah kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi pendidikan guru dan murid SMK Jawa Timur, khususnya pada bidang Artificial Intelligence, animasi, digital content, dan teknologi kreatif,” kata Aries.

Dalam informasi sebelumnya, HGI Research Centre disebut sebagai anak perusahaan BOKE Electronics. Namun, informasi mengenai hubungan sejumlah entitas tersebut dengan perusahaan yang berkaitan dengan Higgs Domino kemudian memunculkan pertanyaan.

LoI Ditandatangani di Shanghai

Dindik Jatim menandatangani LoI dengan HGI Research Centre pada 11 Juni 2026. Kesepakatan awal itu membuka penjajakan kerja sama dalam bidang pendidikan dan pengembangan talenta digital.

Dalam rangkaian kunjungan ke Shanghai, Aries terlihat bersama sejumlah perwakilan HGI. Dokumentasi kegiatan tersebut kemudian menjadi salah satu bahan sorotan publik.

Dalam salah satu dokumentasi, Aries juga terlihat mengenakan kaus dengan gambar ikon Leon yang dikenal berkaitan dengan permainan HGI. Sosok yang disebut sebagai Mr. Rey, perwakilan HGI, juga terlihat dalam sejumlah kegiatan.

Program AI Targetkan 5.000 Guru SMK

Penjajakan kerja sama berlanjut pada Juli 2026 melalui program Game+ Education. Salah satu rencana program tersebut menyasar pelatihan AI untuk 5.000 guru SMK di Jawa Timur.

Perwakilan BOKE Technology juga mengunjungi sejumlah SMK yang memiliki keunggulan di bidang animasi. Kunjungan tersebut berlangsung di Malang, Singosari, dan Surabaya pada 23 Juli 2026.

Dindik Jatim menilai pengembangan AI dan teknologi kreatif dapat membantu meningkatkan kompetensi guru serta siswa. Program itu juga diarahkan untuk memperkuat hubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.

Dindik Jatim Akui Belum Mengetahui Afiliasi

Saat mendapat pertanyaan mengenai dugaan hubungan HGI Research Centre dan BOKE Technology dengan Higgs Games Island maupun Higgs Domino Island, Aries mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

Aries mengatakan Dindik Jatim akan memeriksa informasi itu sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

“Kami tidak mengetahui, terima kasih atas informasi dan kami memandangnya sebagai masukan untuk melakukan verifikasi dan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut Aries, Dindik Jatim akan mengevaluasi kerja sama jika proses verifikasi menemukan persoalan terkait afiliasi perusahaan atau aspek hukum.

Kehadiran Aries di Turnamen Domino Jadi Sorotan

Sorotan lain muncul dari kehadiran Aries dalam Surabaya Domino Tournament 2026 di Grand City Convention Hall Surabaya pada April 2026.

Dalam kegiatan yang mendapat dukungan HGI tersebut, Aries terlihat berada di atas panggung. Ia juga menyerahkan hadiah secara simbolis kepada salah satu pemenang.

Aries menjelaskan bahwa kehadirannya tidak berkaitan dengan jabatannya sebagai Kepala Dindik Jatim. Ia menyebut panitia mengundangnya secara pribadi di luar jam kedinasan.

“Saya diundang bukan sebagai Kepala Dinas Pendidikan, tapi atas nama pribadi karena panitianya kenal dengan saya,” jelas Aries.

Dindik Jatim Tegaskan Batas Kerja Sama

Aries memastikan Dindik Jatim tidak akan memberi ruang bagi kerja sama yang bergeser menjadi kepentingan komersial. Ia juga menegaskan larangan promosi judi daring dalam lingkungan pendidikan.

Menurut Aries, program pendidikan hanya boleh mencakup pengembangan kompetensi guru dan siswa. Ruang lingkup tersebut meliputi AI, animasi, teknologi kreatif, serta penguatan hubungan SMK dengan industri.

“Kalaupun kerja sama pendidikan dilanjutkan, ruang lingkupnya harus secara tegas terbatas pada pendidikan, peningkatan kompetensi guru, AI, animasi, teknologi kreatif dan penguatan link and match SMK dengan perkembangan industri,” katanya.

Perlindungan Siswa Jadi Pertimbangan Utama

Dindik Jatim menempatkan perlindungan siswa sebagai salah satu pertimbangan utama. Karena itu, proses verifikasi akan menentukan keberlanjutan kerja sama dengan pihak terkait.

Aries menegaskan tidak boleh ada promosi judi daring, transaksi chip, aktivitas perjudian, atau pemasaran platform kepada siswa.

“Apabila berdasarkan hasil verifikasi terdapat aspek lain, etik maupun afiliasi perusahaan yang tidak sesuai dengan prinsip tersebut, maka Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tentu akan mengevaluasi bahkan tidak melanjutkan kerja sama,” ujarnya.

Hasil Verifikasi Jadi Penentu

Saat ini, Dindik Jatim masih perlu mendalami informasi mengenai struktur dan hubungan korporasi pihak-pihak yang terlibat. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan kerja sama berjalan sesuai tujuan pendidikan.

Dindik Jatim juga perlu memastikan ruang lingkup program, sumber pembiayaan, dan bentuk kerja sama lanjutan memiliki dasar yang jelas.

Langkah tersebut dapat menjaga transparansi sekaligus melindungi kepentingan guru dan siswa.

Dengan proses verifikasi tersebut, Dindik Jatim akan menentukan apakah kerja sama dapat berlanjut. Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa program pendidikan harus tetap fokus pada peningkatan kompetensi dan tidak membawa kepentingan yang bertentangan dengan prinsip pendidikan.

Reporter : Tyas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *