SURABAYA, Selasarnusantara.com – Sebanyak 200 pengemudi ojek online (ojol) di Surabaya mendapat bantuan 2 liter Pertalite gratis menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Komunitas Sahabat Surga bersama Komunitas Tolong Menolong menggelar program tersebut sebagai bentuk kepedulian kepada para pengemudi.
Bakti sosial bertajuk Agustus Merdeka itu berlangsung di SPBU Pertamina 51.601.77, kawasan Diponegoro, Surabaya, Minggu (16/8/2026). Panitia menyasar pengemudi ojol yang masuk dalam sejumlah kriteria penerima.
Sasar Pengemudi Ojol yang Membutuhkan
Founder sekaligus Ketua Komunitas Sahabat Surga, Nur Ufia Prihandini, mengatakan program tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi pengemudi ojol. Menurutnya, para pengemudi bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Panitia memprioritaskan pengemudi Generasi X atau mereka yang lahir pada 1965-1979. Program itu juga menyasar pengemudi penyandang disabilitas serta pengemudi perempuan dari berbagai platform aplikasi.
“Kami menganggap mereka adalah pahlawan keluarga,” kata Nur Ufia yang akrab disapa Bunda Dini.
Awalnya, panitia hanya menyiapkan bantuan untuk 81 pengemudi. Jumlah tersebut mengikuti momentum HUT ke-81 RI.
Namun, antusiasme masyarakat dan dukungan dana membuat panitia menambah kuota. Akhirnya, sebanyak 200 pengemudi menerima bantuan 2 liter Pertalite setelah melalui proses verifikasi.
Bantuan BBM Ringankan Biaya Operasional
Bantuan tersebut menjadi berarti bagi pengemudi yang menghadapi biaya operasional cukup besar. Kondisi itu semakin terasa ketika pendapatan harian tidak selalu stabil.
Salah satu penerima, Erni Dwi (45), mengaku bersyukur mendapat bantuan tersebut. Pengemudi ojol perempuan itu sebelumnya dua kali mencoba mengikuti program serupa, tetapi belum memperoleh kuota.
“Alhamdulillah banget. Karena bisa mengurangi beban pengeluaran saya yang bekerja sebagai ojol tiap harinya,” ujar Erni.
Ibu tunggal dengan dua anak itu mengatakan pendapatannya belakangan menurun. Ia harus mengaktifkan aplikasi sejak pagi hingga malam untuk memperoleh penghasilan.
Erni biasanya mulai menerima pesanan sejak pukul 08.00 hingga 24.00 WIB. Dalam sehari, ia mengaku memperoleh penghasilan paling banyak sekitar Rp100 ribu.
Pendapatan tersebut masih harus ia gunakan untuk membeli BBM dan memenuhi kebutuhan makan selama bekerja. Karena itu, bantuan Pertalite dapat mengurangi sebagian biaya operasionalnya.
Pengemudi Disabilitas Juga Terima Bantuan
Pengemudi ojol penyandang disabilitas tunarungu, Abdul Azis (35), juga menerima bantuan. Azis sudah bekerja sebagai pengemudi ojol sejak 2024.
Selain memperoleh 2 liter Pertalite, Azis juga menerima paket sembako. Ia mengaku bersyukur karena kembali mendapat bantuan untuk kedua kalinya.
Azis mengatur waktu kerja bersama istrinya yang juga memiliki pekerjaan. Setelah mengantar dan menjemput kedua anaknya, ia mulai menerima pesanan pada sore hingga malam hari.
“Jadi, saya mulai ngojol saat sore hingga malam, bagi tugas dengan istri saya. Alhamdulillah, dapat berapapun, saya syukuri,” ujar Azis.
Komunitas Siapkan Program Sosial Berikutnya
Founder sekaligus Ketua Komunitas Tolong Menolong, Daniel Lukas Rorong, mengatakan program Agustus Merdeka merespons kondisi ekonomi para pengemudi ojol. Ia menilai banyak pengemudi mengalami penurunan pendapatan sejak Juli hingga pertengahan Agustus 2026.
Menurut Daniel, kolaborasi dengan Komunitas Sahabat Surga dalam program tersebut menjadi kegiatan sosial untuk ketiga kalinya. Ia berharap bantuan BBM dapat meringankan pengeluaran rutin para pengemudi.
“Kami berharap bantuan ini dapat mengurangi sebagian beban teman-teman ojol,” kata Daniel.
Komunitas Tolong Menolong berencana kembali menggelar program sosial pada Hari Pahlawan, 10 November 2026, dan Hari Ibu, 22 Desember 2026.
Daniel juga mengajak masyarakat yang ingin berkontribusi untuk ikut mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap semakin banyak donatur yang bergabung sehingga manfaat program sosial dapat menjangkau lebih banyak penerima.
Reporter: Tyas
