Beranda » Bupati Gresik Resmikan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi, 405 Siswa Tempuh Pendidikan Gratis Berasrama

Bupati Gresik Resmikan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi, 405 Siswa Tempuh Pendidikan Gratis Berasrama

GRESIK, Selasarnusantara.com | Pemerintah Kabupaten Gresik resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik di kompleks sekolah baru yang berlokasi di Jalan Raci Cendana Pekuncen, Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Jumat (31/7/2026).

Pembukaan MPLS dipimpin langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif. Sementara Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengikuti kegiatan secara daring.

Sebanyak 405 siswa akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Gresik. Jumlah tersebut terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, 90 siswa SMA, 60 siswa asal Kabupaten Lamongan, serta 75 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) angkatan sebelumnya.

MPLS dilaksanakan hingga 21 Agustus 2026 dan dipusatkan di aula sekolah yang mampu menampung lebih dari seribu orang.

Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan gedung pendidikan, tetapi menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Hari ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik resmi beroperasi. Ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan rumah kedua bagi anak-anak untuk belajar, mengembangkan potensi, dan membangun masa depan,” ujar Gus Yani.

Ia menegaskan, pendidikan merupakan cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan belajar tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.

Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju terwujudnya visi Gresik Baru Lebih Maju sekaligus mendukung program nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Sekolah berasrama tersebut dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare. Dari total 26 bangunan yang direncanakan, sebanyak 19 gedung telah selesai dibangun dan siap digunakan.

Fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas modern, asrama, laboratorium, perpustakaan, aula, masjid, ruang olahraga indoor hingga lapangan sepak bola. Seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan siswa tanpa dipungut biaya.

Prosesi pembukaan MPLS ditandai dengan penyematan tanda pengenal kepada perwakilan siswa SD, SMP, dan SMA oleh Bupati Gresik bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution serta sejumlah tamu undangan.

Acara juga diwarnai penampilan seni para siswa Sekolah Rakyat, mulai dari paduan suara, pembacaan puisi hingga presentasi menggunakan lima bahasa, yakni Bahasa Jawa, Inggris, Prancis, Arab dan Tagalog. Penampilan tersebut mendapat apresiasi para tamu karena menunjukkan perkembangan kepercayaan diri para siswa.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, Rangga Pratama Wahyu, mengatakan proses pendidikan di sekolah tersebut tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, keterampilan, dan nilai keagamaan.

“Selamat datang bagi seluruh siswa baru. Kami berharap lulusan Sekolah Rakyat mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, memiliki keterampilan hidup, serta dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Umi Khoiroh menyampaikan seluruh fasilitas utama telah siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat dengan memberikan bantuan berupa sarung bagi siswa laki-laki dan mukena bagi siswa perempuan.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui sistem pendidikan gratis berbasis asrama.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap kehadiran sekolah tersebut menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Reporter: Tyas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *