TAPANULI TENGAH, Selasarnusantara.com – Polres Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, memburu pria berinisial R yang diduga meninggalkan seorang bayi di pinggir jalan Kelurahan Sipangi, Kecamatan Tukka. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (9/10/2026).
Kasus ini terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan dan memeriksa ibu kandung bayi berinisial DW (27). Berdasarkan keterangan awal penyidik, bayi tersebut sebelumnya diserahkan DW kepada R pada 1 Oktober 2026 karena alasan kesulitan ekonomi dan keperluan bekerja.
Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah, IPTU Dian A. Permana, menjelaskan bahwa penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa sebelum bayi ditemukan meninggal dunia.
Bayi Sempat Dititipkan kepada Pengasuh
Menurut keterangan kepolisian, pada periode 1–8 Oktober 2026, R diduga menitipkan bayi tersebut kepada seorang pengasuh di Kecamatan Pandan.
Namun, bayi itu kemudian dikembalikan kepada R setelah muncul persoalan pembayaran biaya penitipan.
“Setelah terjadi perdebatan dengan pengasuh bayi, R membawa bayinya dan membuang di pinggir jalan Sipangi,” terang IPTU Dian A. Permana.
Keterangan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kejadian yang berujung pada penemuan bayi dalam kondisi meninggal dunia.
Ibu Bayi Mengaku Mengetahui dari Media Sosial
Dalam pemeriksaan, DW mengakui bahwa bayi yang ditemukan tersebut merupakan anak kandungnya. Ia mengaku mengetahui kejadian itu setelah melihat video penemuan bayi beredar di media sosial.
“Pertama saya titipkan ke pasangan saya, R, karena saya ingin bekerja. Saya mengetahui setelah melihat ada video di media sosial. Saya mohon maaf atas kegaduhan ini,” ungkap DW sebagaimana disampaikan dalam keterangan terkait pemeriksaan.
Polisi juga menyebut DW melahirkan bayi tersebut secara sembunyi-sembunyi pada Maret 2026. Berdasarkan informasi awal, bayi itu diduga memiliki kondisi kesehatan berupa Down syndrome dan tuberkulosis (TBC). Informasi medis tersebut masih perlu dipastikan berdasarkan pemeriksaan yang berwenang.
Polisi Periksa Saksi dan Cari Keberadaan R
Polres Tapanuli Tengah terus melakukan pencarian terhadap R. Sejumlah saksi juga diperiksa untuk mendalami proses penyerahan bayi, penitipan kepada pengasuh, hingga kejadian di lokasi penemuan.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan peran masing-masing pihak. Dugaan keterlibatan R tetap harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan bayi dan perlindungan anak. Kepolisian diharapkan dapat mengungkap seluruh rangkaian kejadian secara menyeluruh.


