Beranda » Freeport Proyeksikan Kontribusi ke Negara Capai Rp120 Triliun per Tahun

Freeport Proyeksikan Kontribusi ke Negara Capai Rp120 Triliun per Tahun

GRESIK, Selasarnusantara.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusinya kepada negara dapat mencapai sekitar Rp120 triliun per tahun apabila produksi tambang kembali beroperasi pada kapasitas penuh.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, peningkatan produksi akan berdampak langsung terhadap besarnya kontribusi perusahaan melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), royalti, serta dividen.

“Kalau sudah 100 persen kontribusi kepada negara bisa luar biasa besar, lebih dari Rp100 triliun, mungkin Rp120 triliun setiap tahunnya,” kata Tony di Sporthall Tembagapura, Senin (17/8/2026).

Produksi Freeport 2026 Diproyeksikan 65 Persen

Tony menjelaskan, produksi Freeport pada 2026 diperkirakan baru mencapai sekitar 65 persen dari kapasitas maksimal. Meski belum kembali penuh, kontribusi kepada negara tahun ini diproyeksikan mencapai sekitar Rp47 triliun.

Jika produksi kembali normal, nilai kontribusi tersebut berpotensi meningkat secara signifikan.

Proyeksi kontribusi sekitar Rp120 triliun per tahun tersebut menunjukkan besarnya peran sektor pertambangan dalam mendukung penerimaan negara sekaligus perekonomian nasional.

Smelter Gresik Perkuat Hilirisasi

Selain peningkatan produksi tambang, kontribusi Freeport juga tidak terlepas dari pengembangan fasilitas pengolahan mineral di dalam negeri, termasuk smelter yang berada di Gresik, Jawa Timur.

Smelter PTFI di Gresik memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Sementara bersama PT Smelting, kapasitas pemurnian konsentrat tembaga yang dapat diproses di Indonesia mencapai sekitar 3 juta ton per tahun.

PTFI juga mengoperasikan fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) yang mengolah lumpur anoda untuk menghasilkan emas, perak, serta logam kelompok platinum.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dan industri untuk meningkatkan nilai tambah hasil tambang melalui hilirisasi mineral di dalam negeri.

Kontribusi Ekonomi Diproyeksikan Meningkat

Dengan pemulihan produksi hingga kapasitas penuh, Freeport memperkirakan kontribusinya kepada negara dapat meningkat hingga sekitar Rp120 triliun setiap tahun.

Peningkatan tersebut tidak hanya berasal dari aktivitas penambangan, tetapi juga dari kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral di Indonesia.

Bagi pemerintah, hilirisasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat industri nasional.

Freeport pun diharapkan terus memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara, penyerapan tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi di wilayah operasional maupun secara nasional.

Tag: Freeport Indonesia, PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, kontribusi negara, Rp120 triliun, pertambangan, smelter Gresik, hilirisasi, tembaga, ekonomi Indonesia, PTFI, Papua, Gresik

Reporter: Tyas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *