PASURUAN, Selasarnusantara.com – Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai kepulangan 67 jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Dimas Brian Praktis. Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Makkah, para jamaah akhirnya kembali ke Kabupaten Pasuruan dan disambut hangat oleh keluarga yang telah menanti selama kurang lebih 40 hari.
Penyambutan berlangsung di Masjid Babussalam Mlaten, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Rabu (3/6/2026). Sejak pagi hari, keluarga dan kerabat jamaah telah memadati area masjid untuk menyambut kedatangan para tamu Allah yang pulang ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.
Tangis haru, pelukan hangat, serta ungkapan syukur mewarnai momen pertemuan kembali antara jamaah dan keluarga mereka. Bagi banyak keluarga, kepulangan para jamaah menjadi kebahagiaan tersendiri setelah menunggu dan mendoakan kelancaran ibadah mereka selama berada di Arab Saudi.
Ketua KBIHU Dimas Brian Praktis, Haji Wawan Budi S. yang akrab disapa Abah Wawan, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji seluruh jamaah yang berada dalam pendampingan lembaganya.
“Alhamdulillah, tahun ini kami dapat memberangkatkan dan mendampingi 67 jamaah haji. Kami bersyukur seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik hingga akhirnya jamaah kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” ujar Abah Wawan.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan ibadah haji tidak hanya diukur dari selesainya seluruh rangkaian ibadah wajib dan sunnah, tetapi juga dari perubahan spiritual yang dirasakan oleh jamaah setelah kembali ke tanah air.
Ia menjelaskan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan yang memiliki makna mendalam bagi setiap muslim. Selain menjadi penyempurna rukun Islam, haji juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.
“Perjalanan haji adalah perjalanan menuju kesucian, perjalanan untuk membersihkan diri, dan perjalanan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bagi kami di KBIHU Dimas Brian Praktis, merupakan kehormatan besar bisa mendampingi jamaah dalam menjalani ibadah yang penuh makna ini,” katanya.
Acara penyambutan diawali dengan sambutan dari pengurus KBIHU Dimas Brian Praktis yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah atas kesabaran dan semangat mereka selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh ketua rombongan haji. Dalam doa tersebut, seluruh jamaah dan keluarga memohon keberkahan, kesehatan, keselamatan, serta kemabruran bagi para jamaah yang telah menunaikan rukun Islam kelima.
Abah Wawan menjelaskan bahwa KBIHU Dimas Brian Praktis selama ini berkomitmen memberikan bimbingan dan pendampingan secara menyeluruh kepada jamaah, mulai dari persiapan sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Pendampingan tersebut mencakup pembelajaran tata cara ibadah haji, manasik, pembinaan spiritual, hingga pendampingan teknis selama jamaah berada di Tanah Suci.
“Kami menyadari bahwa ibadah haji bukan hanya ritual yang harus dijalankan, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan pemahaman, persiapan, dan niat yang tulus. Karena itu, kami berupaya memberikan pendampingan terbaik agar jamaah dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji juga tidak lepas dari dukungan tim pembimbing yang berpengalaman serta koordinasi yang baik selama proses keberangkatan hingga kepulangan jamaah.
KBIHU Dimas Brian Praktis juga terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan agar para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman serta memahami setiap makna dari rangkaian ibadah yang dilakukan.
“Kami ingin setiap jamaah kembali membawa keberkahan dan menjadi haji yang mabrur, sehingga pengalaman spiritual yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat di sekitarnya,” tutur Abah Wawan.
Kepulangan 67 jamaah haji tersebut menjadi penutup perjalanan panjang ibadah yang telah mereka jalani di Tanah Suci. Kini para jamaah kembali ke tengah keluarga dengan membawa pengalaman spiritual yang diharapkan dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari serta menginspirasi lingkungan sekitar untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan.
