Beranda » Tujuh Bulan Tanpa Suami, Asmaul Berjuang Besarkan Dua Anak

Tujuh Bulan Tanpa Suami, Asmaul Berjuang Besarkan Dua Anak

SURABAYA,Selasarnusantara.com – Tujuh bulan tanpa kehadiran suami membuat Asmaul Nuraini harus mengambil alih tanggung jawab keluarga. Perempuan 38 tahun itu kini bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan dua anak setelah suaminya, YS, menjalani hukuman dalam perkara perjudian yang berkaitan dengan aplikasi Higgs Games Island (HGI).

Di tengah kondisi tersebut, Asmaul juga menghadapi pertanyaan anaknya yang terus menanyakan keberadaan sang ayah. Untuk sementara, ia memilih belum menyampaikan kondisi sebenarnya kepada anak-anaknya.

“Kalau pekerjaan Ayah selesai, nanti pasti Ayah pulang bersama kita,” kata Asmaul seperti dituturkan kepada anaknya.

Anak Masih Menunggu Kepulangan Ayah

Putri pertama Asmaul yang masih duduk di bangku sekolah dasar beberapa kali menanyakan kapan ayahnya pulang. Anak keduanya juga tumbuh tanpa kehadiran YS setelah sang ayah menjalani proses hukum.

Asmaul mengatakan kedua anaknya kini dititipkan kepada orang tuanya di Tuban. Keputusan tersebut diambil karena dirinya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ia mengaku belum siap menjelaskan kepada anak-anak bahwa ayah mereka sedang menjalani hukuman.

“Saya bilang papanya masih kerja di luar kota. Saya belum berani berterus terang,” ujar Asmaul.

Penghasilan Harus Dibagi untuk Banyak Kebutuhan

Sebelum YS menjalani hukuman, keberadaan suami menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga. Kini, kebutuhan sehari-hari harus dipenuhi Asmaul seorang diri.

Pekerjaannya sebagai pekerja rumah tangga tidak selalu memberikan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan anak. Susu, makanan dan kebutuhan hidup lainnya tetap harus dipenuhi setiap hari.

Dalam kondisi tertentu, Asmaul mengandalkan bantuan keluarga. Ia juga menyebut orang tua, saudara dan pihak tempatnya bekerja terkadang membantu ketika kebutuhan keluarga tidak mencukupi.

“Kadang bos tempat saya kerja membantu ongkos pulang dan memberikan tambahan untuk anak. Kalau benar-benar kurang, saya terpaksa minta bantuan kepada kakak dan saudara saya,” tuturnya.

Sempat Mengira HGI Bukan Perjudian

Asmaul juga menceritakan bahwa sebelum suaminya ditangkap, dirinya pernah menanyakan soal aplikasi HGI yang dimainkan YS.

Menurut pengakuan Asmaul, saat itu YS mengatakan HGI bukan aplikasi perjudian dan menyebut aplikasi tersebut tersedia di App Store. Karena mendapat penjelasan tersebut, Asmaul mengaku tidak menganggap aktivitas itu sebagai perjudian.

Setelah YS ditangkap, barulah Asmaul mengetahui bahwa suaminya diproses hukum terkait aktivitas perjudian melalui aplikasi tersebut.

Asmaul mengaku sempat mendapatkan penjelasan dari YS bahwa dirinya tidak sedang bermain ketika polisi datang dan menyebut sedang tidur. Namun, proses hukum kemudian tetap berjalan hingga perkara tersebut diputus pengadilan.

YS Divonis Satu Tahun

YS bersama dua rekannya, AL dan EK, sebelumnya menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Dalam putusannya, majelis hakim menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada YS. Ia dinyatakan terbukti melanggar Pasal 426 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana perjudian.

Dalam pemberitaan sebelumnya, perkara YS disebut berkaitan dengan aktivitas perjudian melalui HGI. Putusan pengadilan tersebut menjadi dasar status hukum YS saat ini.

Asmaul Ingin Keluarga Kembali Utuh

Bagi Asmaul, persoalan hukum yang menimpa suaminya tidak hanya berdampak pada dirinya. Dua anak mereka juga harus menjalani hari-hari tanpa kehadiran ayah.

Karena itu, ia berharap YS dapat segera menyelesaikan masa hukumannya dan kembali berkumpul bersama keluarga.

“Saya hanya ingin suami saya cepat keluar, karena anak saya terus rindu dan mencari ayahnya. Saya ingin dia kembali menjadi imam dan bersama-sama mengurus keluarga,” kata Asmaul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *