Beranda » Arifah Fauzi Soroti Tantangan Teknologi, Muslimat NU Didorong Perkuat Karakter Anak

Arifah Fauzi Soroti Tantangan Teknologi, Muslimat NU Didorong Perkuat Karakter Anak

JAKARTA, Selasarnusantara.com – Perkembangan teknologi membuat tantangan pengasuhan anak semakin kompleks. Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi mengajak kader Muslimat NU memperkuat pendidikan agama, akhlak, dan budi pekerti sebagai fondasi anak menghadapi perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Arifah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). Ia menilai keberhasilan anak tidak cukup diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kekuatan karakter dan nilai yang ditanamkan dalam keluarga.

Prestasi Akademik Tak Cukup

Arifah menyoroti kecenderungan sebagian keluarga yang lebih bangga ketika anak meraih prestasi akademik. Menurutnya, perhatian terhadap nilai akademik perlu berjalan beriringan dengan penguatan fondasi karakter.

Ia mengingatkan bahwa anak membutuhkan bekal nilai yang dapat menjadi pegangan dalam menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan sekitarnya.

Karena itu, pendidikan agama dan pembentukan akhlak dinilai perlu menjadi bagian dari pengasuhan sejak lingkungan keluarga.

Teknologi Jadi Tantangan Pengasuhan

Kemajuan teknologi turut mengubah pola kehidupan anak. Akses terhadap berbagai informasi dan konten membuat orang tua menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Arifah mengatakan perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan dengan membuat pembatasan secara fisik. Menurutnya, fondasi nilai dalam diri anak justru perlu diperkuat agar mereka memiliki bekal ketika berhadapan dengan berbagai pengaruh.

Ia menekankan nilai-nilai agama, akhlaqul karimah, dan budi pekerti sebagai bagian dari benteng tersebut.

Kader Muslimat NU Diminta Perkuat Pengasuhan

Arifah juga mengajak kader Muslimat NU membekali diri dengan kemampuan membimbing dan mengasuh anak.

Menurut dia, peran orang tua penting untuk membantu anak menghadapi pengaruh negatif sekaligus membangun kualitas generasi masa depan.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan keluarga sebagai salah satu ruang penting dalam pembentukan karakter anak. Pengasuhan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bagaimana orang tua memberikan teladan dan nilai kepada anak.

Bekal Menuju Indonesia Emas 2045

Penguatan pendidikan karakter tersebut, kata Arifah, diharapkan ikut membentuk generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Ia mendorong kader Muslimat NU menjalankan peran tersebut secara bersama-sama, terutama dalam membimbing putra-putri mereka di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Sementara itu, Dewan Penasihat PP Muslimat NU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid mengingatkan pentingnya menjaga istiqamah dalam menjalankan amal ibadah. Ia juga mengajak kader Muslimat NU mempertahankan semangat burdah sebagai salah satu penguat keluarga.

Penguatan nilai agama, karakter, dan pengasuhan menjadi pesan yang ditekankan dalam peringatan Maulid Nabi tersebut. Upaya itu diarahkan untuk membangun keluarga yang mampu mendampingi anak menghadapi perubahan lingkungan dan perkembangan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *